Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif ini diwujudkan melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi yang relevan dengan potensi lokal.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni (IKA) UNY, Prof Suyanto, menjelaskan bahwa NTB dipilih sebagai salah satu lokasi PSDKU karena kesiapan pemerintah daerahnya. Program serupa juga telah dilaksanakan di beberapa wilayah lain.
UNY Perluas Jangkauan PSDKU ke Berbagai Daerah
“Program ini tidak di sini saja (NTB) tapi ada di Purworejo, ada di Blora, ada di Riau,” ungkap Prof Suyanto usai melantik Dewan Pengurus Daerah (DPD) IKA UNY Provinsi NTB di Mataram, Sabtu (25/4).
Pelaksanaan PSDKU di NTB merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya ditandatangani oleh Rektor UNY, Prof Sumaryanto, dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Prof Suyanto menekankan bahwa MoU tersebut mencerminkan adanya rasa saling percaya, saling mengerti, dan keinginan untuk saling menguntungkan antara kedua belah pihak.
Dalam pengembangan program studi, UNY tidak hanya berfokus pada pembukaan jurusan semata, melainkan juga mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat NTB. “Kami melihat aspirasi masyarakat dan potensi daerah. Misalnya sektor pariwisata, namun tentu perlu melalui kajian dan survei agar program yang dibuka benar-benar bermanfaat,” jelas Prof Suyanto.
Lombok Utara Jadi Lokasi PSDKU UNY, Pemda Siapkan Lahan
Sementara itu, Ketua DPD IKA UNY Provinsi NTB, Yusron Saudi, mengonfirmasi bahwa PSDKU UNY direncanakan akan berlokasi di Kabupaten Lombok Utara. Pemerintah daerah setempat telah menunjukkan dukungan konkret dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung kampus.
Kehadiran PSDKU di NTB diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi alumni UNY untuk berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas SDM di daerah. Yusron mencatat, saat ini terdapat sekitar 450 alumni UNY di NTB yang tergabung dalam komunitas, dengan potensi jumlah yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
“Rektor berkomitmen memprioritaskan alumni sebagai tenaga pengajar. Ini menjadi peluang besar bagi alumni untuk berperan aktif dalam pembangunan pendidikan di NTB,” kata Yusron.
Yusron Saudi berharap, program PSDKU UNY di NTB dapat memperkuat kapasitas daerah dalam mencetak tenaga kerja terampil dan kompeten. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis seperti pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
“Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal, program ini dinilai berpotensi memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.
