Festival musik akbar, Synchronize Fest 2026, dipastikan kembali digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026. Perayaan musik Indonesia yang penuh energi dan semangat lintas generasi ini siap menghadirkan momen kolaboratif tak terduga, nostalgia hangat, hingga gebrakan baru yang segar.

Memasuki edisi ke-11 penyelenggaraannya, Synchronize Fest kembali membawa semangat ‘it’s not just a festival, it’s a movement’, seolah memulai segala sesuatunya dari awal. Sejumlah penampil yang akan memberikan pertunjukan terbaik telah diumumkan, menjanjikan pengalaman musik yang beragam.

Salah satu nama besar yang dipastikan hadir adalah Seringai, band metal papan atas Indonesia yang selalu dinanti penampilannya. Selain itu, ada pula Alkateri: Expanded Session yang siap memukau penonton dengan sesi khusus mereka.

Daftar penampil juga diramaikan oleh AntiNRML, sebuah kolektif dan label musik yang dipimpin oleh 808Bunny dan Tenxi, dengan Jemsii sebagai Music Director. Kolektif ini dikenal luas karena mempopulerkan penyanyi seperti Naykilla, Dia, hingga Naufal Syachreza, serta membawa gelombang tren musik baru di Indonesia, yaitu hipdut atau hip-hop dangdut.

AntiNRML berhasil mencuri perhatian dengan lagu-lagu seperti “Garam dan Madu”, “Mejikuhibiniu”, dan “Kasih Aba-Aba”. Mereka akan membawa seluruh pasukannya ke Synchronize Fest 2026, termasuk Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, dan Bboogie.

Tak ketinggalan, Synchronize Fest 2026 juga akan menghadirkan Basajan, kuartet instrumental eksperimental asal Kabupaten Bandung. Mereka akan membawa nuansa priangan psychedelic groove yang terinspirasi dari kekayaan budaya Sunda, menambah warna pada festival ini.