Tiga hari pasca berakhirnya Super League musim 2025/26, dinamika di kursi kepelatihan tim-tim besar mulai terlihat. Sejumlah klub papan atas mengumumkan perubahan strategi dengan mengganti juru taktik mereka, sementara Persebaya Surabaya memilih jalan berbeda dengan mempertahankan pelatih kepala.
Pergantian Pelatih di Tiga Tim Raksasa
Persib Bandung menjadi salah satu tim yang melakukan perombakan. Klub berjuluk Maung Bandung ini resmi berpisah dengan Bojan Hodak. Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi kesehatan Hodak yang dinilai tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugas pada musim depan. Sebagai pengganti, manajemen Persib menunjuk asisten Bojan, Igor Tolic, untuk memimpin tim.
Perubahan serupa juga terjadi di Persija Jakarta. Manajemen Macan Kemayoran memutuskan untuk melepas Mauricio Souza. Juru taktik kelahiran 13 Maret 1974 itu harus angkat kaki setelah gagal memenuhi target manajemen untuk meraih gelar juara di akhir musim 2025/26.
Borneo FC tak ketinggalan dalam melakukan evaluasi. Tim berjuluk Pesut Etam ini juga melakukan pergantian di kursi pelatih setelah berpisah dengan Fabio Lefundes. Dikabarkan, juru taktik kelahiran 25 Agustus 1972 tersebut akan melanjutkan kariernya bersama Malut United pada musim depan.
Persebaya Surabaya Pertahankan Konsistensi
Di tengah gelombang perubahan ini, Persebaya Surabaya tampil sebagai pengecualian. Tim berjuluk Bajul Ijo ini menjadi satu-satunya tim dari empat besar Super League 2025/26 yang tidak mengubah posisi pelatih kepala. Manajemen Persebaya tetap mempertahankan Bernardo Tavares, menunjukkan konsistensi dalam strategi kepelatihan mereka.
