Kantor Kepresidenan Korea Selatan pada Selasa, 5 Mei 2026, menggelar pertemuan untuk membahas insiden ledakan dan kebakaran pada kapal kargo berbendera Panama, HMM Namu. Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan pelayaran HMM Co. di perairan Selat Hormuz.

Juru Bicara Kepresidenan Kang Yu-jung mengungkapkan bahwa Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan Kang Hoon-sik turut hadir dalam rapat tersebut, bersama sejumlah pejabat senior lainnya. Namun, rincian mengenai pembahasan dalam pertemuan itu tidak diungkapkan kepada publik.

Insiden kebakaran di kapal HMM Namu terjadi sekitar pukul 20.40 waktu Korea pada Senin, 4 Mei 2026. Saat itu, kapal tengah berlabuh di perairan lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Kebakaran bermula di ruang mesin kapal.

Kru kapal berhasil memadamkan api menggunakan karbon dioksida dalam waktu sekitar empat jam. HMM Co. memastikan tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat kejadian ini. Perusahaan juga menyatakan rekaman kamera keamanan kapal menunjukkan api telah padam.

Saat ini, HMM tengah memeriksa ruang mesin untuk menilai tingkat kerusakan. Kapal kargo tersebut mengangkut 24 awak, terdiri dari enam warga Korea Selatan dan 18 warga negara asing. HMM sedang menyelidiki penyebab pasti ledakan dan kebakaran.

“Masih belum jelas apakah insiden itu disebabkan oleh serangan eksternal atau kerusakan internal,” kata seorang pejabat HMM, menyoroti ketidakpastian di balik kejadian tersebut.

HMM berencana menarik kapal kargo itu ke Dubai, sebuah proses yang diperkirakan memakan waktu beberapa hari. Pemerintah Korea Selatan juga menegaskan bahwa pihak berwenang terus berupaya menentukan penyebab ledakan dan kebakaran.

Para pejabat industri mengindikasikan bahwa kapal-kapal yang dioperasikan Korea Selatan di perairan lepas pantai UEA kini bergerak menuju Qatar. Langkah ini diambil sesuai arahan pemerintah untuk menghindari Selat Hormuz demi alasan keselamatan.

Insiden ini terjadi di tengah ketegangan regional. Pada Senin, 4 Mei 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran telah menembaki kapal kargo Korea Selatan dan target lainnya. Trump juga mendesak Seoul untuk berpartisipasi dalam misi Amerika Serikat yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz.

Ledakan dan kebakaran kapal HMM Namu juga menyusul peluncuran operasi “Proyek Freedom” oleh Amerika Serikat. Proyek ini bertujuan memandu kapal-kapal komersial yang terdampak perang AS-Israel dan konflik dengan Iran agar keluar dari jalur perairan tersebut. HMM sendiri mengoperasikan lima kapal di Selat Hormuz, termasuk satu kapal kontainer dan dua kapal tanker minyak.