Presenter Ruben Onsu baru-baru ini membagikan curahan hatinya mengenai perjalanan karier di dunia hiburan yang telah ia geluti sejak tahun 1997. Melalui akun Instagram pribadinya, Ruben mengungkapkan berbagai fase yang telah ia lalui, dari titik terendah hingga mencapai puncak popularitas.
Perjalanan Penuh Liku dan Tantangan
Ruben Onsu tidak menampik bahwa perjalanannya tidak selalu mulus. Ia pernah merasakan pahitnya perjuangan dan cibiran dari berbagai pihak. “Aku pernah melewati proses ketika aku mengawali karier dari 1997 sampai aku ada di titik ini, jatuh lalu terinjak, lalu terbang, lalu istirahat, lalu berjalan cepat, lalu dihina, disepelekan, lalu dijatuhkan, lalu disanjung, lalu bisa menjadi sinar untuk yang gelap, lalu bisa menelan cerita orang yang curhat sendiri,” tulis Ruben Onsu.
Mantan suami Sarwendah ini menambahkan bahwa selama puluhan tahun berkarier, ia juga pernah mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan. Ia merasa pernah menjadi sasaran kesalahan dan tudingan yang tidak adil.
“Lalu malah jadi makanan empuk yang disalahkan, lalu dijorokkan lagi, dihancurkan lagi karena kesalahan yang enggak tega, bahkan kesalahan yang tidak aku kehendaki pernah dianggap paling kejam,” imbuh host program Brownis tersebut.
Bersyukur dan Bertekad Memperbaiki Diri
Meski menghadapi berbagai rintangan dan cobaan, Ruben Onsu menyatakan rasa syukurnya karena masih bisa bertahan dan berkarya di industri hiburan hingga saat ini. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berusaha memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Curahan hati Ruben Onsu ini menjadi pengingat akan kerasnya persaingan dan tantangan yang harus dihadapi para pekerja seni, sekaligus menunjukkan keteguhan hati untuk terus maju.
