Polres Lombok Tengah memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di Kota Praya pada Jumat (21/3/2026) malam. Kebijakan ini diambil untuk mendukung kelancaran pawai lampion takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, menjelaskan bahwa pengalihan arus lalu lintas dimulai pukul 19.00 WITA hingga 23.00 WITA. “Pengalihan arus lalulintas itu dimulai pukul 19.00 WITA hingga pukul 23.00 WITA,” ujar Iptu Lalu Brata Kusnadi di Lombok Tengah, Jumat.
Rute Pawai dan Pengalihan Arus
Arus lalu lintas yang dialihkan mencakup beberapa titik strategis, yaitu simpang empat Toyang, simpang empat eks Kantor Samsat Praya, dan simpang empat Kantor KPU Lombok Tengah. Jalur-jalur ini akan ditutup sementara untuk kendaraan.
Rute pawai lampion takbiran Idul Fitri 2026 akan dimulai dari pendopo Bupati Lombok Tengah sebagai lokasi pelepasan peserta. Selanjutnya, rombongan pawai akan bergerak menuju simpang empat Tiga Dara, melintasi Alun-Alun Praya, hingga berakhir di simpang empat Masjid Agung yang menjadi panggung kehormatan.
“Arus lalu lintas yang ditutup sementara untuk kendaraan itu, rute pawai lampion takbiran malam lebaran,” tegas Lalu Brata. Bagi masyarakat yang beraktivitas di Kota Praya dan ingin menghindari rute pawai, disarankan menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Gajah Mada jalur dua Praya dan beberapa ruas jalan lainnya. “Bagi warga yang akan melewati rute pawai lampion, bisa melalui jalur jalan lain,” tambahnya.
Pengamanan Malam Takbiran dan Libur Lebaran
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama malam takbiran dan libur Idul Fitri 1447 H, Polres Lombok Tengah mengerahkan 665 personel gabungan. “Personel gabungan TNI-Polri siap mengamankan perayaan malam takbiran di Lombok Tengah,” kata Lalu Brata.
Personel gabungan ini terdiri dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta melibatkan peran serta masyarakat dan Badan Keamanan Desa (BKD) di masing-masing wilayah. Pengamanan ini mencakup 154 desa yang tersebar di 12 kecamatan. “Personel dilibatkan 665 orang,” jelasnya.
Lalu Brata berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif dan aman, sehingga masyarakat dapat merayakan lebaran dengan nyaman. “Kami harapkan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan di Lombok Tengah,” imbaunya.
Imbauan untuk Masyarakat
Selain itu, Polres Lombok Tengah juga mengimbau masyarakat untuk menyambut malam takbiran dengan takbir dan doa di masjid masing-masing. Warga dilarang mengonsumsi minuman keras atau narkoba yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Tindakan yang dapat mengganggu ketertiban seperti balap liar, konvoi yang tidak tertib, dan penggunaan knalpot brong juga dilarang keras. “Dilarang melakukan balap liar, konvoi dan menggunakan knalpot brong,” pungkas Lalu Brata.
