Arema FC berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dalam permainannya setelah sukses mengalahkan PSM Makassar dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini diraih dalam duel pekan ke-32 BRI Super League yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (9/5/2026).
Hasil positif tersebut tidak lepas dari penyesuaian strategi yang diterapkan oleh Pelatih Arema, Marcos Santos. Juru taktik asal Brasil itu secara bertahap mengubah karakter permainan Singo Edan, menjadikannya lebih seimbang antara menyerang dan bertahan.
Santos tampak berhasil memperbaiki kestabilan tim yang sempat mengalami pasang surut di awal musim. Sebelumnya, Arema FC lebih sering mengandalkan pola empat bek. Namun, kini struktur permainan telah berubah dengan penambahan satu bek, yang membuat organisasi pertahanan menjadi lebih padat dan solid.
Perubahan taktik ini bukan tanpa alasan, melainkan dipicu oleh kondisi skuad yang sempat tidak ideal akibat cedera yang menimpa beberapa pemain bertahan. Marcos Santos pun mengakui bahwa adaptasi ini menjadi bagian dari prosesnya mengenal sepak bola Indonesia.
“Bagi saya ini juga pengalaman baru untuk makin mengenal Liga Indonesia seiring berjalannya kompetisi,” ujar Santos, menjelaskan tantangan dan pembelajaran yang ia hadapi dalam meracik strategi timnya.
Transformasi ini terbukti efektif, membawa Arema FC meraih kemenangan meyakinkan dan menandai kebangkitan performa tim di kancah liga.
