Persib Bandung secara resmi menyatakan sikap menghormati sanksi yang dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Keputusan ini merupakan buntut dari insiden yang terjadi pascapertandingan Liga Champions Asia (ACL) 2 melawan klub Thailand, Ratchaburi FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada pertengahan Februari lalu.
Dalam laga tersebut, Persib berhasil mengalahkan Ratchaburi FC dengan skor tipis 1-0. Namun, kemenangan itu tidak cukup mengantarkan mereka ke babak delapan besar karena secara agregat, Persib kalah 1-3.
Sanksi dan Kekecewaan Klub
PT PERSIB Bandung Bermartabat, sebagai manajemen klub, menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi yang telah ditetapkan AFC. Meskipun demikian, Persib menegaskan komitmennya untuk menghormati keputusan tersebut.
“Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level sepak bola Asia, Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional,” demikian pernyataan resmi Persib yang dikutip dari laman klub pada Jumat (15/5/2026).
Klub berjuluk Maung Bandung ini sangat menyayangkan tindakan yang seharusnya dapat dihindari. Insiden tersebut kini berujung pada kerugian yang sangat besar, baik secara finansial, reputasi, maupun terhadap perjuangan yang sedang dibangun untuk terus bersaing di level internasional.
Kerugian ini, menurut Persib, tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh pendukung setia mereka, atau yang akrab disapa bobotoh.
“Karena itu, sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” tulis Persib dalam pernyataannya.
Denda Rp 3,5 Miliar dan Larangan Penonton
AFC menjatuhkan denda sebesar 200 ribu dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp3,5 miliar. Selain itu, Persib juga dikenai sanksi larangan dua pertandingan kandang tanpa penonton dalam kompetisi AFC mendatang. Sanksi ini menjadi pukulan berat bagi klub yang tengah berupaya membangun citra positif di kancah sepak bola Asia.
