Tim SAR gabungan dari Mataram hingga kini masih berupaya menemukan Muhammad Rafid Zaki (2,5), seorang balita laki-laki yang dilaporkan hilang di sungai kawasan wisata Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga Senin (9/3) sore, keberadaan korban belum ditemukan.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat korban sedang bermain di depan rumahnya. Saat itu, korban ditinggalkan sebentar oleh ibunya di sekitar genangan air.

Sekitar 30 menit kemudian, sang ibu kembali ke lokasi dan mendapati anaknya sudah tidak ada. “Namun, sekitar 30 menit kemudian, sang ibu yang kembali ke lokasi mendapati anaknya sudah tidak ada,” kata Darwis mengutip laporan yang diterima.

Pihak keluarga bersama aparat setempat segera melakukan pencarian mandiri di sekitar rumah, termasuk menyisir aliran sungai yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. “Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil,” tambah Darwis.

Merespons laporan tersebut, tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan langsung diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di sana, tim segera berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait guna memetakan area penyisiran.

Operasi SAR ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan, Polsek Sembalun, SAR Unit Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, tim Tagana, masyarakat setempat, dan relawan.

“Tim di lapangan terus berupaya menyisir area sekitar lokasi kejadian dan aliran sungai guna menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Darwis. Pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (10/3) dengan fokus menyisir aliran sungai. “Semoga korban bisa ditemukan,” harapnya.