Penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa upaya Amerika Serikat (AS) untuk memblokade pelabuhan Iran “akan gagal”. Ia juga memperingatkan Teheran dapat memilih jalur konfrontasi jika langkah blokade tersebut terus berlanjut.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah pada Kamis (30/4/2026) dini hari, Rezaei menyebut Iran memiliki berbagai cara untuk menembus blokade tersebut. Ia menegaskan upaya penerapan blokade itu tidak akan berhasil. Rezaei menambahkan, jika blokade berlanjut, Iran mungkin akan menggunakan konfrontasi untuk mematahkannya.
Rezaei juga menguraikan kemungkinan skenario jika terjadi perang lain. Ia menyebutkan bahwa konflik semacam itu akan berfokus pada wilayah pesisir selatan, meluas hingga ke arah Isfahan, serta mencakup beberapa aktivitas di wilayah barat negara itu. Ia memperingatkan bahwa konflik tersebut dapat mencakup pengeboman dan pembunuhan di Teheran.
Latar Belakang Konflik dan Gencatan Senjata
Pernyataan ini muncul setelah serangkaian ketegangan militer di kawasan. AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Teheran dengan melancarkan serangan ke Israel dan negara-negara lain di kawasan yang menampung aset AS.
Serangan udara AS-Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April 2026. Gencatan senjata tersebut dimediasi oleh Pakistan.
Meskipun awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas pada 21 April. Keputusan ini diambil atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.
