GESIT News – Pemuda di Desa Suralaga mulai menunjukkan kesadaran kritis terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Hal ini tercermin dalam Pertemuan Pemuda Independen Suralaga yang digelar pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, di Cafe Rumah BUMN, Selong. Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi para pemuda untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, serta merumuskan langkah konkret dalam merespons isu-isu desa.

Salah satu poin utama yang mengemuka adalah pentingnya peran pemuda dalam melakukan kontrol terhadap kebijakan dan program desa. Para peserta sepakat bahwa transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada masyarakat harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan. Pemuda dinilai perlu mengambil posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah desa, bukan sekadar pelengkap dalam kegiatan seremonial.

Selain itu, isu kepedulian sosial dan lingkungan juga menjadi sorotan serius dalam diskusi. Pemuda Suralaga didorong untuk lebih aktif dalam merespons berbagai persoalan sosial yang muncul, mulai dari kondisi lingkungan hingga dinamika sosial masyarakat. Mereka menyadari bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan langsung generasi muda dalam mencari solusi yang nyata dan berkelanjutan.

Forum ini juga menjadi momentum untuk menggali dan mengembangkan potensi pemuda melalui kolaborasi lintas gagasan. Disepakati bahwa diskusi serupa akan dilaksanakan secara rutin dengan mengangkat tema-tema strategis, guna meningkatkan kapasitas, wawasan, serta daya kritis pemuda dalam membaca situasi desa secara lebih komprehensif.

Sebagai tindak lanjut, Pemuda Independen Suralaga menyatakan komitmennya untuk memulai berbagai gerakan perubahan, meskipun masih dalam skala kultural. Forum ini diharapkan menjadi wadah diskusi dan pertukaran informasi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat jaringan antar pemuda. Lebih jauh, pemuda didorong untuk mengambil peran strategis dalam advokasi dan gerakan sosial, sehingga mampu menjadi motor penggerak perubahan di Desa Suralaga.