Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk program bantuan beasiswa pada tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui akses pendidikan tinggi di berbagai universitas unggulan nasional.

Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmasnyah, menjelaskan bahwa alokasi dana ini merupakan “kebijakan pelampauan alokasi di luar 20 persen mandat pendidikan.” Pernyataan tersebut disampaikan Amar saat bersilaturahmi dengan mahasiswa di Mataram pada Kamis (27/2/2026).

Program beasiswa ini akan memfasilitasi mahasiswa Sumbawa Barat untuk menempuh pendidikan di enam universitas terkemuka di Indonesia. Universitas yang telah menjalin kerja sama meliputi Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (UNAIR).

Amar Nurmasnyah menegaskan, “Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk pembayaran uang kuliah tunggal, khusus di enam universitas itu.” Dengan integrasi layanan pendidikan ini, Pemkab Sumbawa Barat berharap tidak ada lagi warganya yang terkendala biaya pendidikan, selama mereka tercatat sebagai domisili resmi Sumbawa Barat.

Sebelumnya, bantuan pendidikan yang bersumber dari APBD ini sempat menghadapi kendala terkait mandat belanja wajib pendidikan yang bukan kewenangan kabupaten untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa. “Alhamdulillah tahun ini bisa dialokasikan untuk bantuan beasiswa ini. Harapannya awal semester ganjil sudah bisa direalisasikan,” ujar Amar.

Selain beasiswa ke universitas unggulan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga aktif menjaring sumber-sumber beasiswa lain yang dapat diakses oleh mahasiswa daerah. Dalam dialog tersebut, Bupati Amar Nurmasnyah juga mengonfirmasi terobosan strategis lain untuk meringankan beban biaya pendidikan.

Salah satu program unggulan daerah adalah Kartu Sumbawa Barat Maju. Program ini dirancang sebagai respons nyata pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat. Amar menjelaskan, Kartu Sumbawa Barat Maju memberikan bantuan uang pangkal sekolah bagi kepala keluarga yang memasuki jenjang awal pendidikan.

“Kartu Sumbawa Barat Maju menyasar kepala keluarga, sementara KIP merupakan program nasional yang sasarannya langsung kepada mahasiswa itu sendiri,” pungkas Amar, membedakan fokus program daerah dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bersifat nasional.