Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menargetkan gelar juara pada ajang Indonesia Open 2026 yang akan kembali digelar di Istora Senayan, Jakarta, mulai 2 Juni mendatang. Harapan besar ini muncul setelah serangkaian hasil kurang memuaskan yang diraih wakil Merah Putih dalam beberapa turnamen terakhir.

Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, berharap para pebulu tangkis Indonesia mampu tampil maksimal saat berlaga di hadapan publik sendiri. Sebelumnya, para atlet belum berhasil meraih gelar, baik dalam tur Eropa maupun di Badminton Asia Championships (BAC) 2026.

Evaluasi Menyeluruh Setelah Hasil di Tur Eropa dan BAC 2026

Ricky Soebagdja menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh. “Dari hasil All England hingga BAC 2026, para pemain harus melakukan evaluasi terhadap kekurangan yang ada,” ujar peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu.

Evaluasi ini tidak hanya ditujukan kepada para pemain, tetapi juga kepada jajaran pelatih. “Tidak hanya pemain, pelatih juga harus melakukan evaluasi mengenai lawan yang akan dihadapi mulai dari Korea, China hingga Taiwan,” tambah pria asal Bandung tersebut.

Meski demikian, Ricky menilai peluang Indonesia untuk meraih gelar juara di kandang sendiri masih terbuka lebar. Dukungan suporter yang masif serta atmosfer khas Istora Senayan kerap menjadi energi tambahan yang mampu membangkitkan semangat juang para pemain.

PBSI berharap Indonesia Open 2026 dapat menjadi momentum bagi para pebulu tangkis untuk mengakhiri paceklik gelar dan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa di hadapan publik sendiri.