Nusa Tenggara Barat (NTB) diselimuti duka mendalam menyusul wafatnya dr. Lalu Herman Mahaputra, atau yang akrab disapa dr. Jack, pada Selasa, 10 Maret 2026. Kepergian sosok penting dalam layanan kesehatan dan pemerintahan NTB ini menjadi sorotan utama, di tengah kabar peningkatan kasus suspek campak di Dompu dan informasi jadwal buka puasa di Mataram.
Kepergian dr. Jack, Sosok Penting NTB
Kabar duka menyelimuti NTB pada Selasa malam, 10 Maret 2026, saat dr. Jack menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, Jakarta. Ia wafat usai berbuka puasa bersama keluarga, sebuah momen yang disampaikan pemerintah provinsi dengan kesedihan mendalam.
Sebelumnya, pada Jumat, 6 Maret 2026, dr. Jack sempat satu pesawat menuju Jakarta dengan Pelita Air flight 141 pukul 10.00 WITA. Ia terlihat menggendong putra kecilnya. “Mik katanya menyapa. Sambil cerita akan bawa anaknya pulang ke Jakarta. Bijem niki milu belombok. Lamun te bilin leq Jakarta, sakit demam dia,” kenang seorang penumpang yang sempat berbincang dengannya, memahami situasi dan maksud dr. Jack.
Selama beberapa dekade, dr. Jack dikenal sebagai figur sentral yang berkiprah panjang dalam layanan kesehatan dan pemerintahan di NTB, meninggalkan jejak dan warisan yang mendalam bagi masyarakat.
Dompu Catat 216 Suspek Campak, Belum KLB
Di sisi lain, Kabupaten Dompu, NTB, menghadapi peningkatan kasus suspek campak. Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 216 kasus suspek campak tersebar di delapan kecamatan sepanjang tahun 2026. Meskipun angka ini menunjukkan kenaikan signifikan, pemerintah daerah belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).
“Kenaikan kasus tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun belum ditetapkan sebagai KLB,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu, Hj. Mariam Ulfa, di Dompu pada Rabu.
Imunisasi Anak Penting di Tengah Peningkatan Kasus Campak
Peningkatan kasus campak di Dompu juga menjadi cerminan kondisi yang lebih luas di Indonesia. Penyakit infeksi yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi ini masih menjadi ancaman nyata bagi anak-anak. Indonesia bahkan kembali menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di beberapa wilayah, menandakan penularan yang masih meluas.
Salah satu faktor utama yang berperan dalam kondisi ini adalah menurunnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap meningkat, perlindungan komunitas ikut menurun, sehingga virus lebih mudah menyebar.
Jadwal Buka Puasa Mataram, 11 Maret 2026
Bagi umat Islam di Kota Mataram, NTB, jadwal buka puasa Ramadhan pada Rabu, 11 Maret 2026, telah ditetapkan. Berdasarkan imsakiyah Bimas Islam Kementerian Agama RI, waktu Magrib atau buka puasa jatuh pada pukul 18:34 WITA.
Waktu tersebut menjadi penanda berakhirnya puasa, setelah umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
