Gesit News – Bertempat di Kampus Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW) Anjani Lombok Timur, Ahad 8 Pebruari 2026, berlangsung kegiatan Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Tim Media Hamzanwadi II. Acaranya dimulai pukul 14:00 sampai menjelang waktu shalat magrib.

Peserta terdiri dari berbagai unsur organisasi, antara lain pemuda NW, mahasiswa, pelajar, perwakilan banom dan umum. Antusias kehadiran para pembelajar literasi ini terlihat jelas dari keaktifan mereka yang tidak absen dari setiap sesi, baik sesi sebelum dan sesudah asar menunjukkan semangat mereka yang ingin berkontribusi untuk NW dalam rangka “wansyur wahfadz waayyid nahdlatal wathan wathani fil-aalamiin.”

Penanggung jawab kegiatan Al-Mukarram TGH Afharrozi Assaulati dalam sambutannya mengharapkan kepada semua peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik, untuk bersama mewujidkan cita-cita mulia pendiri NW. Beliau dengan setia membersamai peserta sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan.

Hadir menjadi narasumber dan mentor dalam workshop half day ini ketua Media Hamzanwadi II Akhfillah Faruq Abdul Kuddus (kandidat doktor), yang telah banyak makan asam garam dunia jurnalistik dan leadership, karena beliau konsen dalam membangun talenta anak-anak muda khususnya melek media dan literasi.

Demikian juga narasumber kedua Akhifillah Abdul Hanan, QH. MSos, pegiat digitalisasi media ini dengan lugas menyajikan materi yang cukup menarik. Dosen UIN Matatam ini juga aktif di badan otonom Pimpus Pemuda NW. Kesibukannya sebagai akademisi dan aktivis muda NW menjadi inspirasi banyak orang untuk tetap semangat memberi arti dan manfaat.
Worshop yang meskipun berlangsung setengah hari ini memberi bekal buat calon-calon jurnalis yang akan menyajikan berita-berita khususnya seputar ke-NW-an dan segala yang bertalian dengan dakwah islamiya. Karena seorang jurnalis selain menyajikan berita, mereka juga menjadi penyambung lidah bagi pesan-pesan kebajikan yang disampaikan oleh para masyaikh dan para Tuan Guru.

Sebelum sesi diskusi panitia membagikan dua kertas kecil untuk ditulis oleh para peserta yang memuat apa saja tantangan dan permasalahan media NW selama ini untuk kertas pertama, sedangkan kertas yang kedua peserta diminta menuliskan seperti apa harapan untuk media NW kedepannya. Sehingga isi kepala pemikiran-pemikiran kritis itu menjadikan suasana worshop terasa hidup karena alot dalam interaksi diskusi.

Yang menarik dari worksop ini, peserta tidak sekedar “datang duduk diam dengar” tapi mereka langsung praktik bagaimana menulis sebuah berita. Mereka semua terlibat aktif berkarya, mengasah kreatifitas kepenulisan berdasar materi jurmalistik yang sudah dipaparkan.

Sebelum kegiatan ditutup, panitia memberikan tugas kepada peserta untuk dikerjakan dalam rentang waktu dua pekan, yaitu menulis sedikitnya 10 berita. Baik itu berita yang mempublikasikan kegiatan NW ataupun berita umum. Berita-berita yang dibuat oleh peserta akan masuk ke meja redaksi media Hamzanwadi II untuk dilakukan seleksi dan editing agar layak dirilis atau dipublikasikan.

Ketua panitia juga dipenghujung acara menyampaikan bahwa insyaAllah tindak lanjut kegiatan ini akan diadakan sekitar pertengahan bulan Ramadhan. Dalam pertemuan berikutnya nanti akan peserta akan diperkaya dengan kemampuan mendesign gambar dn video serta keahlian lain yang dibutuhkan oleh seorang jurnalis. Sekaligus dalam suasana ibadah puasa nanti akan dirangkai ifthor jam’i alias bukber.

Penulis: Abdul Manan Marda
(Kontributor Banom Pimpus Pemuda NW)