Mantan Astronot Apollo 8 William Anders tewas kecelakaan pesawat

DKI Jakarta – Astronaut Apollo 8 William Anders meninggal pada Hari Jumat (7/6) dalam usia 90 tahun, saat sebuah pesawat kecil yang mana beliau piloti jatuh di lepas pantai negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Dikutip dari CBS News, Minggu, sang putra, Greg Anders, mengonfirmasi kematian yang dimaksud terhadap CBS News, mengutarakan bahwa pesawat yang mana jatuh itu milik ayahnya.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memaparkan terhadap CBS News di sebuah pernyataan bahwa pesawat Beech A45 dengan semata-mata pilot dalam dalamnya jatuh di dalam perairan dekat Roche Harbor, yang tersebut terletak di Pulau San Juan, sekitar pukul 11:40 pagi waktu setempat.

Nginklan Yuk

Sheriff Kota San Juan Eric Peter memaparkan terhadap CBS News bahwa tim pencari sedang menyisir area tersebut, tetapi belum menemukan tubuh.

FAA kemudian Dewan Keselamatan Transportasi Nasional sedang menyelidiki insiden tersebut.

Anders, yang dimaksud lahir pada Hong Kong pada 17 Oktober 1933, hadir di Akademi Angkatan Laut Negeri Paman Sam juga Institut Teknologi Angkatan Lingkungan sebelum dipilih sebagai astronaut di kegiatan luar angkasa NASA pada tahun 1964, mencatatkan data lebih tinggi dari 6.000 jam waktu terbang, menurut biografi NASA-nya.

Selain bertugas sebagai pilot modul bulan untuk Apollo 8, beliau juga merupakan pilot cadangan pada penerbangan Gemini XI juga Apollo 11.

Administrator NASA Bill Nelson menulis ke media sosial Hari Jumat di malam hari bahwa Anders "berjalan hingga ambang Bulan" di misi Apollo 8 "dan membantu kita semua meninjau sesuatu yang dimaksud lain: diri kita sendiri. Dia mewujudkan pelajaran dan juga tujuan eksplorasi. Kami akan merindukannya."

Nginklan Yuk

Anders mengambil salah satu gambar paling ikonik dari zaman luar angkasa, yakni pemandangan menakjubkan dari bola biru lalu putih Bumi yang mana terbit pada berhadapan dengan cakrawala berkerak bulan pada hitam pekat luar angkasa.

Difoto pada Waktu petang Natal 1968 pada waktu Anders, komandan Apollo 8 Frank Borman, serta Jim Lovell mengorbit bulan, gambar yang dimaksud dikenal hari ini dengan nama "Earthrise," pandangan pertama dari planet Bumi yang tersebut menggantung dalam kehampaan luar angkasa yang mana dengan cepat berubah menjadi simbol aksi lingkungan.

"Aspek paling mengesankan dari penerbangan adalah [ketika] kami berada dalam orbit bulan," kata Anders di sebuah wawancara sejarah lisan NASA.

"Kami telah dilakukan terbang mundur kemudian terbalik, tidaklah benar-benar mengawasi Bumi atau matahari, lalu di mana kami berputar serta mengamati terbitnya Bumi pertama, itu tentu cuma adalah hal yang mana paling mengesankan," sambung dia.

Anders, Borman, juga Lovell adalah manusia pertama yang digunakan meninggalkan orbit Bumi, menyelesaikan 10 perjalanan mengelilingi bulan di penerbangan musim Natal yang tersebut membantu mempersiapkan pendaratan di dalam bulan Apollo 11 pada tahun berikutnya.

Banyak khalayak pada planet luar angkasa juga sejarawan meninjau Apollo 8 sebagai misi paling berani dari semua misi Apollo. Para astronaut adalah yang tersebut pertama meluncur ke melawan roket Saturn 5 yang mana besar, yang tersebut paling kuat di dalam dunia, kemudian yang dimaksud pertama mengunjungi globus lain, meskipun dari jarak jauh.

 

Artikel ini disadur dari Mantan Astronot Apollo 8 William Anders tewas kecelakaan pesawat

Menasional.com menyajikan berita virtual dengan gaya penulisan bebas dan millenial. Wujudkan mimpimu, Menasional bersama kami

You might also like
Follow Gnews