Para pemimpin negara-negara Asia Tenggara diharapkan mencapai kesepakatan mengenai langkah bersama untuk menavigasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap kawasan. Pembahasan krusial ini akan menjadi fokus utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang diselenggarakan di Cebu, Filipina, pekan ini.

Direktur Jenderal Badan Panitia Nasional (NOC) ASEAN 2026, Hellen De La Vega, dalam konferensi pers pada Selasa, 5 Mei 2026, menyatakan bahwa para pemimpin Asia Tenggara akan memusatkan dialog pada isu ketahanan pangan dan energi. Selain itu, pergerakan aman warga ASEAN di luar kawasan juga akan menjadi perhatian serius.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Ketua Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Filipina, Dave Gomez, menambahkan bahwa ketahanan bencana turut menjadi agenda penting dalam KTT ke-48 ASEAN kali ini. “Ketahanan bencana adalah agenda di mana negara-negara anggota ASEAN berkomitmen terhadap kerangka kerja kolaboratif yang menegaskan sistem peringatan dini berbasis komunitas, respons kemanusiaan yang sigap, dan dukungan bagi masyarakat terdampak,” kata Gomez.

Gomez menjelaskan, dengan komitmen ini, diharapkan langkah yang diambil saat menghadapi bencana—seperti yang dihadapi Filipina saat erupsi Gunung Mayon—tidak akan memperparah penderitaan masyarakat. “Tetapi justru mendorong strategi ketahanan yang inklusif serta berpusat pada masyarakat dan manusia di antara negara-negara anggota di kawasan ini,” imbuh ketua PCO Filipina tersebut.

Isu-isu yang akan menjadi fokus KTT ASEAN ini bertepatan dengan penetapan respons penuh oleh pemerintah Filipina untuk menanggulangi dampak letusan Gunung Mayon di wilayah Bicol.

Lebih lanjut, De La Vega menegaskan bahwa sebagai pemegang keketuaan ASEAN, Filipina akan terus mendorong pembicaraan terkait ketahanan ekonomi, perdamaian dan keamanan, serta pemberdayaan manusia di kawasan.

Manila, lanjut De La Vega, akan mengoptimalkan KTT ASEAN untuk menegaskan kembali norma dan dialog keamanan, stabilitas kawasan, kerja sama maritim, dan transformasi digital. Upaya ini juga akan diiringi dengan penguatan perdagangan dan investasi intra-ASEAN.

“Prioritas strategis tersebut akan berperan dalam menyukseskan tahun pertama Visi ASEAN 2045 di bawah kepemimpinan kita,” pungkas De La Vega.

Adapun KTT ke-48 ASEAN dijadwalkan akan dibuka pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah didahului oleh pertemuan tingkat pejabat senior yang berlangsung pada 6-7 Mei 2026.