Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, tengah memeriksa sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis penggiling padi.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Achmad Afriansyah, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap para legislator tersebut. “Iya, betul. Pekan lalu sudah kami periksa beberapa, sisanya masih diagendakan ulang karena ada yang berhalangan hadir,” ujar Achmad melalui sambungan telepon pada Rabu (26/02/2026).

Achmad menjelaskan, keterangan dari anggota DPRD Sumbawa Barat sangat dibutuhkan dalam tahap penyidikan ini. Hal tersebut bertujuan untuk menelusuri alat bukti korupsi, mengingat sumber anggaran pengadaan alsintan berasal dari dana pokok pikiran (pokir) dewan.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Agung Pamungkas, menyampaikan bahwa penyidikan kasus ini berjalan dengan tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik). Sprindik tersebut mencakup masing-masing tahun anggaran pengadaan, mulai dari 2023 hingga 2025. “Peningkatan status penanganan perkara ke tahap penyidikan kami peroleh berdasarkan bukti permulaan yang cukup,” kata Agung.

Bukti yang menjadi kelengkapan penyidikan berasal dari hasil pemeriksaan 23 saksi. Para saksi tersebut meliputi pihak dari Dinas Pertanian Sumbawa Barat, kelompok tani penerima barang, serta dokumen-dokumen terkait. Selain itu, tujuh dari 21 mesin hasil pengadaan kini telah berstatus barang sitaan dalam tahap penyidikan.

Agung menambahkan, penyitaan ini merupakan bagian dari upaya jaksa untuk mencegah upaya menghilangkan barang bukti. Pengadaan alsintan yang menelan dana pokir senilai Rp11,25 miliar ini diduga kuat terjadi penyalahgunaan kewenangan. Dugaan penyalahgunaan tersebut mencakup proses penyaluran barang, penerimaan, hingga pemanfaatan.

Anggaran pengadaan 21 unit mesin penggiling padi ini berasal dari dana pokok pikiran (pokir) DPRD Sumbawa Barat untuk tahun anggaran 2023-2025. Rinciannya, dua mesin dibeli pada tahun 2023, enam mesin pada tahun 2024, dan 13 unit pada tahun 2025.