Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh sukses menggelar Phsaar Reatrei Indonesia atau Pasar Malam Indonesia di Chaktomuk Walk Street, Phnom Penh, Kamboja, pada 25–26 April. Inisiatif ini menjadi simbol kolaborasi dan persahabatan erat antara Indonesia dan Kamboja, sekaligus ajang promosi budaya serta kuliner Nusantara.
Diplomasi Budaya dan Peningkatan Citra Positif
Kuasa Usaha Ad-Interim Indonesia untuk Kamboja, Krishnajie, menegaskan bahwa Phsaar Reatrei memiliki tujuan strategis. “Inisiatif Phsaar Reatrei bertujuan untuk menjadi simbol kolaborasi dan persahabatan antara Indonesia dengan Kamboja, salah satunya melalui upaya memperkenalkan kebudayaan dan kuliner Nusantara kepada masyarakat setempat,” ujar Krishnajie.
Acara yang berlangsung meriah ini secara resmi dibuka oleh Krishnajie bersama Dr. Thok Sokhom, Secretary of State Kementerian Pariwisata Kamboja, dan Mom Veasna, Direktur Departemen Pariwisata Provinsi Phnom Penh. Kehadiran pejabat tinggi dari kedua negara menunjukkan komitmen kuat dalam mempererat hubungan bilateral.
Phsaar Reatrei Indonesia telah membuktikan diri sebagai bagian penting dari diplomasi soft power Indonesia di Kamboja. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan citra positif Indonesia, tetapi juga secara efektif mempromosikan produk-produk unggulan Nusantara.
Peluang Ekonomi dan Penghargaan Kuliner
Selain menjadi wadah promosi budaya, ajang ini turut memfasilitasi promosi produk-produk Indonesia, membuka peluang peningkatan perdagangan dan investasi, serta mempererat kerja sama kebudayaan dan pariwisata kedua negara. Pengunjung dapat berbelanja berbagai produk buatan Indonesia dan mencicipi beragam kuliner Nusantara.
Pada sesi pembukaan, KBRI Phnom Penh juga menganugerahkan sertifikat Duta Rasa Nusantara kepada dua restoran Indonesia yang telah lama berkontribusi menyajikan masakan Indonesia dengan citarasa otentik di Kamboja. Kedua restoran tersebut adalah Bengawan Solo dan Warung Bali, yang diakui atas dedikasi mereka dalam melestarikan kuliner Indonesia.
Phsaar Reatrei Indonesia menghadirkan 12 booth yang menyajikan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman, obat-obatan, produk kecantikan, jajanan khas Nusantara, hingga pakaian batik. Pengunjung juga dihibur dengan pertunjukan seni dan musik tradisional, serta penampilan musisi dari kedua negara, menciptakan suasana akrab dan meriah.
Melalui kegiatan ini, Indonesia dan Kamboja semakin memperkuat ikatan persahabatan dan kerja sama di berbagai sektor, khususnya budaya dan ekonomi.
