Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyiagakan 35 posko pengamanan untuk mengamankan libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Penyiagaan posko ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 yang bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat selama periode Lebaran.

Kapolda NTB Inspektur Jenderal Polisi Edy Murbowo menjelaskan rincian posko tersebut di Mataram, Jumat (13/3/2026). “Jumlah semua posko ini ada 35 pos, 18 itu ada pos pengamanan, sepuluhnya pos pelayanan, dan tujuh pos terpadu,” kata Irjen Pol Edy Murbowo.

Jenis dan Fungsi Posko Pengamanan Lebaran

Edy Murbowo menyampaikan bahwa setiap posko memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Pos terpadu, misalnya, akan diisi oleh personel gabungan dari berbagai instansi terkait pengamanan.

  • Pos Terpadu: Melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. “Misal, seperti di Pelabuhan Lembar, Kayangan, kemudian di terminal, itu pasti melibatkan semua unsur,” ujarnya. Posko ini berlokasi strategis di titik-titik vital seperti pelabuhan dan terminal.
  • Pos Pengamanan: Lebih banyak menempatkan personel kepolisian dan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pamswakarsa). Posko ini akan bertugas berdasarkan regional pengamanan, termasuk di area pemukiman. “Seperti nanti kalau di pemukiman pada saat satkamling, supaya rumah-rumah yang ditinggalkan kosong itu tetap ada yang jaga,” ucap Kapolda.
  • Pos Pelayanan: Bertujuan memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau balik.

Dengan dominasi pos pengamanan, fokus utama adalah menjaga keamanan di berbagai wilayah, termasuk rumah-rumah yang ditinggalkan kosong oleh pemudik.

Sinergi Pengamanan dengan TNI

Terkait informasi siaga satu dari pihak TNI, Kapolda NTB menganggap pengamanan dalam Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 ini juga merupakan bagian dari kesiapsiagaan penuh di pihak kepolisian. Ia menyambut baik sinergi ini.

“Jadi, kalau polisi sudah siaga satu toh mas, orang lebaran, kita harus amankan warga masyarakat. Soal itu (siaga satu) ‘kan kebijakan di TNI, kita harus menghormati, dan kita senang itu, berarti kita banyak temannya untuk mengamankan lebaran,” kata Kapolda NTB.

Polda NTB terus mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi selama takbiran dan mewaspadai tiga titik rawan kecelakaan jalur mudik di NTB demi kelancaran dan keselamatan bersama.