Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat promosi produk unggulan nasional di pasar internasional, khususnya di kawasan Amerika Utara. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif pada pameran bergengsi Salon International de l’Alimentation (SIAL) Canada 2026 yang berlangsung di Montreal, Kanada, pada 29 April hingga 1 Mei 2026.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa melaporkan bahwa SIAL Canada tahun ini berhasil menarik lebih dari 800 peserta pameran dari berbagai negara dan lebih dari 21.000 pengunjung profesional. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, saat membuka Paviliun Indonesia, menegaskan pentingnya partisipasi ini.

Indonesia Pamerkan Kekuatan Pangan Berkualitas Tinggi

“Indonesia menghadirkan perusahaan-perusahaan terpilih yang menawarkan produk berkualitas tinggi, mulai dari kopi dan kakao hingga makanan olahan, rempah, dan produk perikanan, yang menyoroti kekuatan Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya sekaligus pusat produksi pangan bernilai tambah yang inovatif,” ujar Dubes Muhsin Syihab.

Dubes Muhsin menambahkan bahwa Kanada merupakan pasar yang menjanjikan dan modern, dengan konsumen yang semakin menuntut produk berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inovatif. Untuk memenuhi preferensi tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan beragam produk unggulan dari 10 perusahaan Indonesia, termasuk kopi spesial, turunan kelapa, makanan olahan, rempah dan herbal, produk berbasis singkong bebas gluten, serta produk perikanan.

“Produk Indonesia, mulai dari kopi spesial, rempah alami hingga produk perikanan dan makanan olahan, berada pada posisi yang baik untuk memenuhi preferensi yang terus berkembang tersebut,” tambah Dubes Muhsin.

Ekspor Produk Olahan Makanan Melonjak Signifikan

KBRI Ottawa mencatat adanya peningkatan signifikan pada kinerja ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia (HS 16–22) ke Kanada. Data menunjukkan nilai ekspor melonjak dari sekitar 56,4 juta dolar AS pada tahun 2023 menjadi 116,6 juta dolar AS pada tahun 2025, mencerminkan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat atau sekitar 106 persen. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pada kategori utama seperti produk kakao, produk olahan sayuran dan buah, serta olahan makanan lainnya (HS 21).

Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, menyoroti bahwa pertumbuhan ekspor ini mengindikasikan peluang pasar yang besar di Kanada. Ia berharap implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-CA CEPA) pada akhir tahun ini, serta berlanjutnya pembahasan ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA), akan semakin memperkuat akses pelaku usaha Indonesia ke pasar Kanada.

“Kami optimistis momentum ini akan semakin memperkuat hubungan perdagangan dan investasi kedua negara, sekaligus mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke Kanada,” pungkas Silky.