Band indie rock asal Jakarta, Holy City Rollers, semakin memantapkan langkah menuju peluncuran album kedua mereka. Setelah sukses membuka jalan dengan single “Where Have You Been” pada Oktober 2025 lalu, kuartet ini kembali merilis karya terbaru berjudul “Love It or Hate It”.

Single “Love It or Hate It” menjadi kelanjutan dari eksplorasi musikal baru yang tengah dibangun oleh Holy City Rollers, yang beranggotakan Mesa Sinaga, Andrey Miko, Alfiando Krishna, dan Stevanus Shada. Jika single sebelumnya terasa lebih reflektif dan personal, lagu terbaru ini hadir dengan sikap yang lebih tegas dan lugas.

Menerima Perbedaan Sudut Pandang

Lagu “Love It or Hate It” berangkat dari pengalaman universal ketika seseorang menemukan bahwa idolanya, atau orang yang dianggap memiliki frekuensi yang sama, ternyata memiliki sudut pandang yang berbeda. Mesa Sinaga, vokalis sekaligus gitaris Holy City Rollers, menjelaskan makna di balik lagu ini.

“Lagu ini tentang melihat idol lu dalam some sense, tetapi ternyata perspektifnya beda sama lu. Tetapi enggak apa-apa. Love it or hate it,” ungkap Mesa Sinaga, mempertahankan keaslian kutipan.

Alih-alih menjadikan perbedaan tersebut sebagai konflik yang harus dimenangkan, Holy City Rollers memilih untuk memaknainya sebagai bagian dari proses pendewasaan. Ada penerimaan yang mendalam bahwa tidak semua hal perlu dipaksakan untuk selaras atau seragam.

Dukungan Visual dan Produksi

Secara visual, single “Love It or Hate It” diperkuat oleh karya seni (artwork) garapan Angela Judiyanto yang mendukung narasi lagu. Dari sisi produksi, lagu ini diproduseri langsung oleh Holy City Rollers bekerja sama dengan Franki Indrasmoro, yang dikenal juga sebagai Pepeng.

Dengan perilisan “Love It or Hate It”, Holy City Rollers semakin dekat dengan peluncuran album kedua mereka, menjanjikan karya-karya yang lebih matang dan berani dari band indie rock ini.