Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian hutan dan menghijaukan kawasan wisata di wilayahnya. Seruan ini disampaikan menyusul keprihatinan atas kerusakan hutan yang menjadi pemicu utama berbagai bencana alam, termasuk banjir di 14 titik.
“Jaga hutan seperti kita menjaga keluarga sendiri. Nasib orang-orang di bawah sana sangat tergantung pada apa yang dilakukan oleh rekan-rekan Polhut di sini,” ujar Iqbal saat kegiatan penanaman pohon di kawasan wisata Air Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah, Jumat, 6 Maret 2026.
Kerusakan Hutan Pemicu Banjir dan Jalan Rusak
Iqbal mengungkapkan keprihatinannya setelah berkeliling wilayah NTB, khususnya Pulau Sumbawa dan Lombok bagian selatan. Ia menyaksikan langsung dampak kerusakan hutan yang telah menyebabkan bencana alam merugikan masyarakat.
“Seminggu lalu kita mengalami hujan tiga hari berturut-turut, terjadi banjir di 14 titik. Semuanya itu disebabkan oleh kerusakan hutan,” tegas Iqbal.
Tidak hanya banjir, kerusakan jalan provinsi di area Sekotong hingga Mawun juga disebutnya sebagai dampak nyata dari gundulnya hutan di perbukitan. Oleh karena itu, bertepatan dengan bulan Ramadhan, ia memaknai ibadah puasa sebagai momentum untuk menahan diri dari perilaku merusak alam.
Pesan untuk Petugas Kehutanan dan Masyarakat
Gubernur Iqbal secara khusus meminta para petugas Polisi Kehutanan (Polhut) untuk menganggap hutan sebagai bagian dari diri dan keluarga mereka sendiri. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis kepada masyarakat sekitar hutan.
“Jadilah sahabat bagi mereka yang ada di sekitar hutan. Ajak mereka bersama-sama menjaga, agar kita bisa mewariskan sesuatu yang baik bagi anak cucu kita, bukan mewariskan kerusakan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Iqbal berjanji akan memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan fasilitas kerja para petugas kehutanan di masa mendatang, guna mendukung upaya pelestarian hutan di NTB.
Sumber Gambar: ANTARA
