Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Program Desa Berdaya menjadi solusi strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga penguatan sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.
“Konsep desa berdaya tidak hanya bergelut di pembangunan fisik, tetapi juga tentang penguatan sumber daya manusia. Kelompok Tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda dilibatkan aktif dalam perencanaan dan pengelolaan potensi lokal,” ujar Gubernur Iqbal di Mataram, Sabtu (14/3/2026).
Iqbal mengungkapkan, salah satu tujuan hadirnya Program Desa Berdaya adalah menjadi solusi dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa hingga dusun, termasuk kemiskinan ekstrem. Ia menekankan pentingnya pendekatan ‘bottom up’ atau dari bawah ke atas.
“Semua harus bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri. Desa berdaya hadir, sebagai sebuah program solutif yang miliki dua karakter, yakni orkestratif dan kolaboratif,” kata Iqbal saat mengunjungi Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
Gubernur Iqbal menilai Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi melimpah yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia berharap desa-desa beserta sumber daya di sana dapat memaksimalkan potensinya secara kolektif.
Pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis lokal. Melalui program ini, intervensi akan dilakukan pada tingkat desa dan juga tingkat kepala keluarga (KK).
“Jadi, arahnya nanti melalui Desa Berdaya kita intervensi persoalan tingkat desanya dan juga intervensi persoalan di tingkat kepala keluarga (KK) sehingga harapannya setiap KK dalam setahun ke depan sudah punya mandiri sudah punya penghasilan (income),” jelasnya.
Dukungan berupa insentif seperti bantuan modal usaha juga akan diberikan kepada warga yang memiliki usaha kecil. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat usaha, meningkatkan pendapatan, dan mendorong kemandirian ekonomi agar tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Iqbal menambahkan, penyaluran bantuan harus lebih tepat sasaran. Ini mencakup bantuan konsumtif bagi warga yang tidak berdaya serta bantuan produktif bagi masyarakat yang masih memiliki potensi usaha.
“Target kita bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera,” pungkas Gubernur NTB tersebut.
