JAKARTA – Menyambut Imlek Festival 2026, perayaan Imlek berskala nasional pertama dan terbesar di Indonesia, Merah Cipta Media (MCM) dan rumah produksi Creative Goods Inc. secara resmi meluncurkan film pendek berjudul “Hari Yang Kita Tunggu”. Peluncuran ini berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026, menandai upaya pelestarian nilai-nilai tradisi Tionghoa di kalangan generasi muda.
Proyek sinema berdurasi 14 menit ini diprakarsai oleh Antonny Liem, Founding Partner of GDP Venture sekaligus CEO of Merah Cipta Media (MCM), yang bertindak sebagai Executive Producer. Antonny Liem menginisiasi film “Hari Yang Kita Tunggu” sebagai respons atas kegelisahan mengenai mulai lunturnya nilai-nilai tradisi di kalangan generasi muda.
Menurutnya, banyak anak muda kini memandang Imlek sekadar seremonial belaka, bahkan bersikap acuh terhadap filosofi budaya leluhur. Film ini dirancang untuk menyoroti delapan nilai tradisi Tionghoa Indonesia yang wajib dijaga, dengan harapan dapat menjadi jembatan antar-generasi untuk melestarikan kekayaan budaya yang mulai ditinggalkan.
Keunikan film “Hari Yang Kita Tunggu” tidak hanya terletak pada pesannya, tetapi juga pada sineas di belakangnya. Meski mengangkat tema Tionghoa yang kental, kursi sutradara justru dipercayakan kepada George Timothy Nainggolan, seorang sutradara muda berdarah Batak.
George Timothy Nainggolan mengungkapkan kedekatannya dengan budaya Tionghoa. “Dari saya kecil sampai saat ini, saya tumbuh dikelilingi oleh banyak sekali teman-teman Tionghoa, dan seringkali ikut merayakan Imlek dengan mereka. Jadi sewaktu saya diminta men-direct film ini, saya merasa cukup dekat dengan kebudayaan mereka,” kata George Timothy Nainggolan dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, dalam proses penggarapan film ini, George Timothy Nainggolan tidak hanya mengarahkan, tetapi juga melakukan riset singkat bersama dengan sang produser eksekutif untuk mempelajari tradisi Tionghoa lebih dalam.
