Performa tim Yamaha MotoGP di awal musim 2026 masih jauh dari harapan. Tiga seri pertama justru menunjukkan tren sebaliknya, di mana tim belum menemukan titik terang dalam persaingan.

Kondisi ini memicu tekanan besar, terutama dari pembalap utamanya, Fabio Quartararo, yang kini secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya. Eksperimen besar Yamaha dengan mesin V4, yang digadang-gadang sebagai solusi sejak akhir 2024, hingga kini belum membuahkan hasil signifikan.

Alih-alih membaik, performa motor justru dinilai belum stabil dan sulit dipahami. Pengembangan mesin anyar tersebut telah menghadapi kendala sejak fase uji coba. Di Sepang, misalnya, sejumlah masalah teknis muncul dan bahkan dianggap berisiko bagi keselamatan pembalap.

Situasi pelik ini terus berlanjut hingga musim bergulir, tanpa adanya lonjakan performa yang berarti di lintasan. Akibatnya, posisi Yamaha di klasemen sementara masih tertinggal.

Fabio Quartararo sendiri baru mengoleksi enam poin dari tiga balapan awal. Angka ini mencerminkan betapa sulitnya Yamaha bersaing di barisan depan dengan konfigurasi mesin V4 yang belum optimal.