Film horor kerap mengandalkan kehadiran makhluk tak kasat mata atau entitas spiritual sebagai inti cerita untuk memicu ketegangan. Namun, sutradara kenamaan Edwin membawa gebrakan baru melalui film terbarunya, Monster Pabrik Rambut, yang menjanjikan teror dari realitas kehidupan sehari-hari di tempat kerja, bukan dari hantu.
Horor yang Tercipta dari Situasi Kerja
Dalam konferensi pers di Bangka, Jakarta Selatan, pada Senin (20/4/2026), Edwin menjelaskan alasan di balik pendekatan unik ini. “Emang awalnya pengen sesuatu yang berbau monster gitu ya, dan emang lebih harfiah gitu tentang pekerjaan ya, punya asosiasi pabrik gitu kan. Saat itu jelas kami enggak pengen mengeksplor horor-horor yang berhantu, sesuatu yang sifatnya setan, spiritual gitu ya,” tutur Edwin.
Ia melanjutkan, visi film ini adalah untuk menghadirkan ketakutan yang relevan dengan pengalaman manusia. “Yang ingin kami hadirkan di dalam film Monster Pabrik Rambut ini ya bagaimana horor itu bisa tercipta dari situasi kerja sehari-hari yang kita juga hadapi tanpa harus bersinggungan dengan setan gitu. Jadi di film ini sama sekali enggak ada setannya, tapi ada bentuk lain yang kemudian bisa dipakai sebagai sumber dari terornya,” tegasnya.
Ide cerita Monster Pabrik Rambut dikembangkan secara orisinal untuk kebutuhan sinema, setelah melalui diskusi panjang bersama penulis Eka Kurniawan. Meskipun terinspirasi dari beberapa kualitas horor dalam karya Eka, Edwin memilih untuk meramu naskah yang benar-benar baru, berfokus pada bagaimana sebuah pabrik bisa menjadi tempat yang sangat mengancam bagi para pekerjanya.
Visi Edwin ini diwujudkan melalui kolaborasi apik dengan deretan aktor muda papan atas Indonesia, seperti Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, Lutesha, dan Kev Luqman. Karakter-karakter dalam film ini dirancang untuk mewakili berbagai reaksi manusia saat menghadapi situasi yang tidak wajar dan penuh tekanan.
Bagi Anda yang penasaran, film Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Juni 2026.
