Fenomena unik binaraga kuli di Jatiwangi, yang dikenal melalui ajang “Jatiwangi Cup”, kini diangkat ke layar kaca melalui serial terbaru berjudul Ganteng-Ganteng Genteng. Aktor Dian Sidik dan Antonio Blanco Jr. menjadi bagian dari proyek yang mengeksplorasi budaya ikonik dari pusat industri genteng nasional tersebut.

Dian Sidik Dalami Karakter dengan Observasi Langsung

Dian Sidik mengungkapkan bahwa ia melakukan observasi mendalam untuk mendalami karakter kuli genteng, meskipun belum pernah menyaksikan langsung kompetisi “Jatiwangi Cup”. Ia bahkan rela terjun langsung melakukan pekerjaan kasar di bawah guyuran hujan demi mendapatkan esensi dari peran tersebut.

“Yang benar-benar saya tahu ini memang true story ya, beneran terjadi di Desa Ciwani (Jatiwangi) itu. Cuma untuk melihat sekeliling kompetisinya, saya nggak ngeh, nggak tahu. Tapi kalau sudah memang dia menjadi series ini, pasti serulah,” kata Dian dalam konferensi pers Ganteng-Ganteng Genteng pada Kamis (24/4/2026).

Ia menambahkan, pengalaman langsung di lapangan sangat membantu proses pendalaman karakter. “Jadi sebenarnya memang nggak pernah nonton langsung, tapi kita observasi untuk mendalami karakter itu ya itu tadi, banyak cerita kalau kita benar-benar hujan-hujanan langsung, nyangkul, bikin genteng beneran, gitu,” jelasnya.

Bagi Dian, semangat para pekerja desa dalam membentuk tubuh atletis merupakan inspirasi gaya hidup sehat yang patut dicontoh. Ia menekankan bahwa kebugaran fisik membutuhkan dedikasi mental yang kuat, bukan hanya fasilitas mewah.

“Desa bisa, kenapa di kota nggak bisa? Karena itu adalah healthy lifestyle kalau menurut saya ya. Memiliki otot itu adalah healthy lifestyle, nggak cukup dengan uang doang, nggak cukup dengan nge-gym doang. Anda butuh disiplin dan motivasi tinggi,” nilai Dian.

Antonio Blanco Jr. Ungkap Solidaritas Komunitas Jatiwangi Cup

Sementara itu, aktor muda Antonio Blanco Jr. menjelaskan bahwa “Jatiwangi Cup” adalah acara komunitas yang sangat guyub dan diadakan secara bergilir setiap tahun. Model kompetisi yang berpindah-pindah lokasi pabrik ini mencerminkan semangat solidaritas di antara para kuli genteng.

“Kalau di sana sih memang mereka benar-benar Jatiwangi Cup itu beneran diadakan di pabrik yang kayak gitu. Jadi tiap tahun tuh mereka berputar di pabrik, tahun ini pabrik mana, tahun depannya pabrik yang lain lagi. Jadi memang itu acara komunitas mereka, guyub gitu sebagai kuli genteng,” cerita Antonio.