Tim basket Dewa United Banten kembali menelan pil pahit setelah takluk di tangan Pacific Caesar Surabaya dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Bertanding di GOR Pacific Caesar, Surabaya, Minggu (8/3/2026), skuad berjuluk Anak Dewa itu harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 87-97.
Kekalahan ini menambah daftar panjang hasil minor bagi Dewa United Banten. Sebelumnya, mereka juga terkapar di hadapan Bogor Hornbills dan Kesatria Bengawan Solo, memunculkan pertanyaan besar mengenai konsistensi performa tim.
Performa Pemain Kunci dan Masalah Tim
Pada laga kontra Pacific Caesar, Dewa United Banten sudah diperkuat Troy Gillenwater yang melakukan debutnya, menggantikan peran Jordan Adams. Gillenwater menunjukkan performa menjanjikan dengan mengemas 16 poin dan 10 rebound.
Namun, performa tim secara keseluruhan belum maksimal. Dewa United tercatat melakukan 20 turnover, sebuah angka yang sangat merugikan karena berujung pada 32 poin bagi Pacific Caesar. Hal ini menjadi salah satu faktor krusial yang membuat mereka kesulitan mengejar ketertinggalan.
D. J. Cooper menjadi pencetak poin terbanyak bagi Dewa United Banten dengan torehan 28 poin. Sementara itu, dari barisan pemain lokal, Rio Disi menyumbangkan 13 poin dan Erick Ibrahim Junior menambahkan 10 angka.
Evaluasi Pelatih Agusti Julbe
Pelatih Dewa United Banten, Agusti Julbe, menyoroti penyelesaian akhir timnya yang dinilai kurang optimal. “Penyelesaian akhir timnya dinilai kurang optimal pada fase krusial pertandingan,” ujar Julbe, menggarisbawahi area yang perlu segera diperbaiki.
Komentar Julbe mengindikasikan bahwa masalah bukan hanya pada menciptakan peluang, tetapi juga dalam mengonversinya menjadi poin, terutama di momen-momen penting pertandingan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dewa United Banten untuk bisa bangkit di sisa musim IBL 2026.
