Inter Milan berhasil mengunci gelar juara Liga Italia musim 2025/2026 setelah menundukkan Parma 2-0 dalam laga yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, pada Minggu (3/5/2026) waktu setempat atau Senin (4/5) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa Nerazzurri mengumpulkan 82 poin di klasemen sementara, memastikan mereka meraih trofi Scudetto.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para juru taktik pendahulunya atas keberhasilan timnya. “Pendahulu saya sudah melakukan pekerjaan yang baik sekali,” ujar Chivu, seperti dikutip dari laman resmi Inter Milan pada Senin (4/5).

Menurut pria asal Rumania itu, fondasi yang dibangun oleh pelatih-pelatih sebelum dirinya sangat krusial dalam membentuk kualitas dan pemahaman taktis para pemain Inter saat ini. “Mereka membuat pemain memiliki pengetahuan terhadap pertandingan. Sebagai pelatih, saya jadi lebih mudah beradaptasi pada setiap laga,” tambahnya.

Chivu juga mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini, terutama mengingat perjalanan tim yang penuh dinamika sepanjang musim. “Kami merasakan kekalahan, tetapi kami dapat bereaksi dan bangkit. Kami fokus dengan target. Saya sangat senang untuk para pemain. Mereka memang harus menikmati momen ini,” kata Chivu, memuji semangat juang anak asuhnya.

Di kesempatan yang sama, Presiden Inter Milan Giuseppe Marotta turut menyampaikan kebahagiaannya, menyebut trofi juara Liga Italia sebagai mimpi masa kecilnya. Marotta juga tidak lupa mengenang jasa para presiden Inter Milan di masa lampau, seperti Massimo Moratti, Giacinto Facchetti, Ivanoe Fraizzoli, dan Steven Zhang.

Marotta menegaskan bahwa keputusan merekrut Cristian Chivu sebagai pelatih Inter Milan mulai musim 2025/2026 adalah langkah yang tepat. “Kami melihat Chivu mempunyai nilai fundamental sebagai pelatih yaitu keberanian,” puji Marotta.

Gelar ini menandai Scudetto ke-21 bagi Inter Milan sepanjang sejarah klub. Meskipun demikian, rekor perolehan trofi juara Liga Italia terbanyak masih dipegang oleh Juventus dengan 36 kali.