Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengakui timnya tampil di bawah performa terbaik saat dikalahkan AC Milan 0-1 dalam laga lanjutan Liga Italia 2025/2026. Pertandingan bertajuk Derby della Madonnina itu berlangsung di Stadion San Siro, Milan, pada Senin dini hari WIB, 9 Maret 2026.

“Kami bermain buruk, tidak rapi dan kurang efektif,” kata Chivu, dikutip dari laman resmi Inter Milan. Ia menambahkan bahwa timnya seharusnya bisa menunjukkan permainan yang lebih baik dalam pertandingan bergengsi tersebut.

Chivu menyoroti lini depan sebagai salah satu kelemahan terbesar Inter saat menghadapi rival sekota mereka. Menurut juru taktik asal Rumania itu, biasanya aliran permainan Inter sangat bergantung pada sektor serang yang kali ini tidak maksimal.

Kondisi lini serang Inter memang tidak ideal. Duo penyerang andalan mereka, Lautaro Martinez dan Marcus Thuram, harus absen karena masih berkutat dengan cedera. Akibatnya, Chivu mengandalkan dua striker belia, Ange Bonny (22) dan Francesco Pio Esposito (21), yang bermain sejak awal hingga akhir laga.

“Permainan kami selalu berawal dari kerja para penyerang yang kurang maksimal pada pertandingan ini. Namun, saya tetap senang karena dua penyerang muda kami melakukan apa yang mereka bisa,” tutur pria berusia 45 tahun itu, memberikan apresiasi kepada para pemain mudanya meski hasil akhir tidak memuaskan.