TANGERANG – Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, secara tegas menyoroti performa lini depan timnya yang belum memenuhi ekspektasi sepanjang musim ini. Menghadapi Super League 2026/2027, Pendekar Cisadane menjadikan sektor penyerangan sebagai prioritas utama dalam pembenahan skuad.

Pena mengakui bahwa masalah di lini depan menjadi salah satu faktor krusial yang membuat Persita gagal mencapai target. Padahal, pada paruh musim, tim sempat mencuri perhatian dengan bersaing di papan atas klasemen, bahkan bertahan di posisi lima besar selama beberapa pekan.

Evaluasi Menyeluruh dan Kebutuhan Striker Baru

“Para striker yang kami rekrut belum menunjukkan performa sesuai harapan karena berbagai alasan, dan itu adalah sesuatu yang harus kami atasi jika ingin sukses musim depan,” ujar Pena, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, dirinya bersama tim pelatih telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan dan kelemahan skuad. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk strategi perekrutan pemain baru.

“Kami telah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim. Sekarang kami harus sangat tepat dalam merekrut pemain baru yang bisa meningkatkan level tim,” imbuhnya.

Musim lalu, Persita menutup kompetisi di peringkat ke-10 klasemen akhir. Mereka mengumpulkan 45 poin dari 13 kemenangan, enam hasil imbang, dan 15 kekalahan. Hasil ini dianggap belum memuaskan, terutama mengingat potensi yang sempat ditunjukkan di awal musim.

Selain itu, Persita Tangerang juga menghadapi banyak kesulitan, khususnya saat melakoni pertandingan tandang di luar Indomilk Arena.