Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi enam orang pemancing yang perahunya terbalik di perairan utara Gili Rengit, Desa Pelangan, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Insiden tersebut terjadi pada Senin, dengan seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat terombang-ambing di lautan.

“Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, di Mataram pada Senin.

Kronologi Evakuasi Dramatis

Bustanil menjelaskan, operasi penyelamatan ini dimulai setelah Kantor SAR Mataram menerima laporan insiden pada Senin sore. Tanpa menunda, pihaknya segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian yang telah dikirimkan titik koordinatnya oleh salah satu korban.

Proses evakuasi dimulai pukul 17.20 WITA. Para korban dipindahkan ke Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik tim penyelamat. Dalam waktu singkat, pada pukul 17.50 WITA, keenam pemancing telah berada di RBB dan langsung diberangkatkan menuju Pelabuhan Lembar.

“Setelah menerima laporan, kami segera menggerakkan kru Rescue Boat 220 Mataram dan tim rescue menggunakan RBB. Pukul 18.40 WITA, tim tiba di Pelabuhan Lembar dengan seluruh korban yang berjumlah enam orang dalam keadaan selamat,” ujar Bustanil menegaskan.

Ia menambahkan, keenam korban merupakan warga Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Mereka semua berhasil diselamatkan tanpa cedera serius.

Imbauan Kewaspadaan di Laut

Operasi SAR ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Rescue Kantor SAR Mataram, kru Rescue Boat 220 Mataram, Polair Polda NTB, dan nelayan setempat yang turut membantu. Sinergi ini memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan cepat.

Menyikapi insiden ini, Bustanil mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan mereka yang beraktivitas di laut, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di laut, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.