Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026, malam, di wilayah Desa Kuta, Kecamatan Pujut.

“Semoga pelaku cepat ditangkap dan ini menjadi tugas aparat penegak hukum,” kata Lalu Pathul Bahri di Praya, Senin (23/2/2026).

Bupati menyatakan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden ini berpotensi merusak citra pariwisata Lombok Tengah, terutama mengingat komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. “Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi,” tegasnya.

Lalu Pathul Bahri juga berharap adanya peningkatan kolaborasi dan sinergi dari masyarakat serta semua pihak, termasuk warga, Badan Keamanan Desa (BKD), TNI-Polri, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Kolaborasi semua pihak penting, baik itu warga, Badan Keamanan Desa (BKD), TNI-Polri dalam meningkatkan keamanan di Lombok Tengah. Semoga pelaku segera ditangkap,” tambahnya.

Sementara itu, Polres Lombok Tengah memastikan penyelidikan terhadap kasus penjambretan yang menimpa WNA Tiongkok bernama Rui Bao tersebut masih terus berlangsung. “Kami tetap berkomitmen untuk mengungkap pelaku kasus tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi di Praya, Minggu (22/2/2026).

Iptu Lalu Brata Kusnadi menjelaskan, personel Polsek Kawasan Mandalika telah bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan pada Sabtu malam, sekitar pukul 20.30 WITA. “Setelah menerima laporan, anggota kami langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan korban, Rui Bao, peristiwa itu terjadi saat ia sedang berjalan seorang diri di Gang Jalan Dusun Kuta I Desa Kuta Kecamatan Pujut. Tiba-tiba, seorang pelaku tak dikenal menggunakan sepeda motor warna merah merampas tas miliknya dan langsung melarikan diri.

Barang-barang yang hilang dalam tas korban meliputi paspor, uang tunai, ID of Chinese Residence, serta kartu telepon (SIM card) asal Tiongkok. Korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kawasan Mandalika untuk ditindaklanjuti.

Hingga saat ini, pelaku masih dalam proses penyelidikan. Polres Lombok Tengah juga terus meningkatkan patroli di kawasan wisata Mandalika guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk selalu waspada saat beraktivitas, khususnya pada malam hari. “Kami mengimbau agar tidak berjalan sendirian di tempat sepi dan tidak membawa atau memperlihatkan barang berharga secara mencolok guna menghindari terjadinya tindak kejahatan,” pungkas Iptu Lalu Brata Kusnadi.