Puluhan rumah warga di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang disertai hujan lebat pada Selasa (3/3) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah segera bergerak cepat melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada korban.
Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, mengungkapkan data sementara menunjukkan 35 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Mereka tersebar di dua desa, yakni Desa Selebung dan Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang.
Maruf memastikan bantuan logistik kebutuhan mendesak telah disalurkan langsung kepada para korban. “Bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak telah mulai disalurkan,” ujar Ridwan Maruf.
Untuk bantuan stimulan, lanjutnya, akan segera disalurkan setelah proses pendataan kerusakan, baik ringan maupun parah, selesai dilakukan. “Tidak ada korban jiwa, namun satu warga mengalami luka-luka dan telah diberikan perawatan medis di puskesmas setempat,” tambahnya.
Bencana angin puting beliung ini mulai terjadi sekitar pukul 22.30 WITA pada Senin malam, dan mencapai puncaknya pada pagi hari Selasa (3/3). Fenomena alam ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang.
Merespons kejadian ini, BPBD bersama pemerintah desa juga melakukan kaji cepat di lokasi kejadian, menyebarkan informasi terkini, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Mengingat wilayah NTB telah memasuki puncak musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada,” tegas Maruf.
Berdasarkan prakiraan BMKG, Dasarian I Maret 2026 menunjukkan peluang curah hujan sangat tinggi, lebih dari 100 mm, dengan probabilitas mencapai 80-90 persen, khususnya untuk wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya. “Pemerintah berharap warga dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi susulan selama periode peralihan musim ini,” pungkasnya.
sumber gambar: gesit.id 