Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, menunjukkan ketegaran luar biasa meski timnya, Pesut Etam, harus merelakan gelar juara BRI Super League 2025/26 kepada Persib Bandung. Meskipun gagal meraih trofi, Nadeo menegaskan bahwa perjalanan dan performa timnya sepanjang musim patut dibanggakan.

Borneo FC Samarinda tampil dominan sepanjang kompetisi, mengakhiri musim di posisi kedua klasemen akhir. Mereka mengoleksi 79 poin, jumlah yang sama dengan Persib Bandung. Namun, kekalahan dalam rekor head-to-head membuat gelar juara melayang ke tangan Maung Bandung.

Pesut Etam bahkan menutup musim dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United FC di Stadion Segiri, Samarinda. Kemenangan impresif ini, sayangnya, tidak cukup untuk menggusur Persib dari puncak klasemen.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, Nadeo memilih untuk menyoroti pencapaian timnya selama satu musim penuh. “Kalau melihat statistik, jumlah kemenangan, rekor yang kami buat, sampai pemain-pemain yang masuk Best Eleven, semua itu sebenarnya sudah menggambarkan bagaimana kekuatan tim ini sepanjang musim,” ujar Nadeo, mempertahankan pandangan positifnya.

Pernyataan Nadeo ini mencerminkan semangat juang dan pengakuan atas kerja keras tim, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan. Borneo FC memang gagal juara, namun mereka telah menorehkan catatan penting dalam sejarah kompetisi.