Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan adanya dugaan upaya penggulingan pemerintah yang melibatkan kekuatan asing. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Anwar langsung di hadapan parlemen Malaysia dalam sesi tanya jawab Perdana Menteri pada 3 Maret 2026.
Isu ini dengan cepat menjadi sorotan publik lantaran diutarakan oleh pemimpin tertinggi negara. Semua pernyataan Anwar terkait dugaan tersebut terekam jelas dalam tayangan langsung YouTube Parlimen Malaysia dan terdokumentasi dalam naskah verbatim yang dipublikasi parlemen.
Modus Operandi Gerakan Penggulingan
Dalam sesi tanya jawabnya, Anwar Ibrahim membeberkan bahwa upaya menggulingkan pemerintah dilakukan oleh suatu gerakan. Gerakan ini, menurutnya, didukung oleh warga lokal dan memanfaatkan pengaruh media asing serta lembaga internasional.
“Termasuk menggunakan jaringan anggota parlemen untuk menciptakan narasi tertentu,” kata Anwar, merujuk pada taktik yang digunakan.
Berdasarkan informasi dari Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), Anwar menjelaskan bahwa gerakan tersebut berbasis di luar negeri dengan sokongan dana yang besar. Investigasi awal mengindikasikan keterlibatan perusahaan, badan, dan tokoh tertentu. Gerakan ini dilaporkan telah melakukan sedikitnya enam pertemuan sepanjang tahun 2025, baik di dalam maupun luar negeri.
Anwar juga mengaku mendapat informasi bahwa gerakan tersebut menggalang dukungan dari lembaga non-pemerintah dan memanfaatkan media internasional untuk bertindak. Strategi utamanya adalah menggunakan media asing untuk mengkritik kebijakan pemerintah, terutama mempertanyakan upaya pemberantasan korupsi oleh Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC).
PM Anwar meyakini upaya penggulingan pemerintah ini didorong oleh masifnya investigasi korupsi skala besar yang sedang dilakukan oleh MACC. Indikasi upaya ini telah berjalan sejak Agustus 2024.
Anwar menegaskan bahwa persoalan ini tidak terkait dengan partai manapun, melainkan menyangkut masalah keamanan nasional. Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak untuk bijaksana dan merenungkan bersama upaya-upaya menyelamatkan negara.
Sikap Malaysia di Mata Dunia
Lebih lanjut, Anwar Ibrahim juga menyinggung tentang kecaman keras Malaysia atas serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran baru-baru ini. Menurut pengamatannya terhadap pemberitaan media, kecaman Malaysia dianggap salah satu yang paling keras di antara negara-negara lainnya.
“Dari informasi terbaru, memang ada radar yang memantau dan ingin penjelasan mengapa Malaysia mengambil sikap yang bagi mereka dianggap terlalu keras… Saya tidak menganggapnya keras. Saya menganggapnya adil,” ujar Anwar.
Ia menegaskan bahwa kecaman Malaysia atas serangan tersebut merupakan langkah berperikemanusiaan. Anwar juga menyinggung adanya tudingan bahwa Malaysia bersekongkol dengan kelompok-kelompok yang dianggap pro-teroris, tuduhan yang ditegaskan tidak dapat diterimanya.
Anwar berharap dalam waktu dekat pemerintah bersama semua kekuatan politik dapat duduk bersama, melalui koordinasi Majlis Keselamatan Negara (MKN), dan membahas upaya-upaya untuk menyelamatkan negara.
Penyelidikan Kepolisian Diraja Malaysia
Sejauh ini, Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) terus melakukan investigasi terhadap berbagai hal yang menyangkut isu upaya sabotase dan menjatuhkan pemerintahan. Ketua Polisi Negara Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Datuk Seri Mohd Khalid Ismail menyatakan pihaknya telah memeriksa berbagai individu terkait untuk membantu kelancaran penyelidikan kasus ini.
Penyelidikan juga terkait dengan dugaan keterlibatan individu berpengaruh dan lembaga media internasional. Khalid Ismail dalam laporan media Malaysia, menyatakan kepolisian akan terus memanggil beberapa individu lain berdasarkan informasi baru yang diperoleh dari waktu ke waktu.
Mohd Khalid menambahkan bahwa penyelidikan lebih lanjut dan terperinci masih diperlukan untuk mengidentifikasi apakah ada keterkaitan atau campur tangan dari negara asing dalam kasus ini. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan Seksyen 124B Kanun Keseksaan, yang berkaitan dengan aktivitas merusak demokrasi berparlemen.
