Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan solidaritas kepada Turkiye menyusul insiden rudal balistik yang mengarah ke wilayah udara negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Anwar setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (5/3) malam.

“Saya menyampaikan solidaritas Malaysia kepada Turkiye menyusul insiden sebuah rudal balistik yang mengarah ke wilayah udara negara tersebut – sebuah perkembangan yang menegaskan betapa rapuhnya situasi keamanan kawasan saat ini,” kata Anwar dalam keterangan di Kuala Lumpur, Jumat (6/3/2026).

Dalam percakapan telepon tersebut, kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai perkembangan konflik yang semakin serius di Asia Barat. Mereka menyoroti serangkaian serangan yang dinilai mengancam stabilitas kawasan tersebut. Anwar dan Erdogan sepakat bahwa semua pihak harus menunjukkan sikap menahan diri serta kebijaksanaan yang tinggi untuk mencegah situasi semakin memburuk.

Anwar Ibrahim juga menegaskan bahwa pembunuhan beberapa pemimpin senior Iran, termasuk almarhum Ali Khamenei, berisiko mendorong Asia Barat menuju periode ketidakstabilan yang serius dan berkepanjangan. Di sisi lain, ia mengapresiasi peran Presiden Erdogan sebagai suara nurani bagi dunia Muslim, termasuk upaya Turkiye untuk menjadi perantara antara Washington dan Teheran dalam membuka ruang dialog serta mencari penyelesaian diplomatik.

Mengenai isu Palestina, Perdana Menteri Malaysia itu menyampaikan penghargaan kepada Turkiye dan beberapa negara lain yang telah mengecam keputusan Israel untuk memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki. “Sikap Malaysia jelas bahwa tindakan rezim Zionis tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” jelas Anwar.

Sumber Gambar: ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia