Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menuntaskan pemasangan batu boulder sebagai pemecah gelombang di Pantai Ampenan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi abrasi pantai dan banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut, terutama setelah gelombang pasang pada akhir Desember 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa pemasangan batu boulder difokuskan di Kampung Bugis, Ampenan, yang sebelumnya terdampak parah. “Total anggaran yang kami gunakan untuk memasang batu boulder di Kampung Bugis samping Depo Pertamina Ampenan sebesar Rp400 juta,” kata Lale di Mataram, Senin.
Dengan alokasi anggaran tersebut, batu boulder berhasil terpasang sepanjang sekitar 280 hingga 300 meter. Metode pemasangannya dilakukan dengan melepas batu-batu tersebut secara berjejer, menjorok ke pantai sekitar 3-4 meter, tanpa disusun seperti tanggul.
Lale menerangkan, tujuan dari metode ini adalah untuk memecah dan menahan gelombang, sekaligus memastikan nelayan tetap dapat menurunkan perahu mereka saat hendak melaut. “Kalau batu boulder disusun tinggi, nelayan tidak bisa kesulitan menurunkan perahu,” ujarnya.
Batu boulder merupakan batu alam berukuran besar, dengan berat satu batu bisa mencapai satu kubik, sehingga satu dam truk hanya mampu mengangkut 2-3 batu. Pemasangan batu boulder dinilai cukup efektif dalam mengantisipasi abrasi dan memiliki kemiripan fungsi dengan riprap.
“Kami berharap setelah pemasangan batu boulder bisa meminimalkan dampak abrasi pantai,” tutur Lale.
Meski demikian, Lale mengakui bahwa keterbatasan anggaran Pemkot Mataram belum memungkinkan pemasangan batu boulder di Kampung Bugis bagian selatan Pura Segare. Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat memberikan bantuan untuk penanganan kawasan tersebut. “Harapan kami, BWS bisa bagi-bagi tugas,” katanya.
Sebagai informasi, saat terjadi gelombang pasang pada 22 Desember 2025, yang mengakibatkan 18 rumah rusak berat dan ratusan warga terdampak banjir rob, BWS telah memberikan bantuan berupa pembuatan tanggul sementara dari geobag. Sebanyak 750 lembar geobag bantuan dari BWS diberikan secara bertahap dan diisi pasir sebagai tanggul darurat.
“Semoga langkah antisipasi yang kami lakukan, bisa mencegah abrasi pantai,” pungkas Lale.
