DBL Camp 2026 kembali digelar di Jakarta dengan nuansa berbeda, kali ini menghadirkan teknologi sport science modern untuk mengukur performa fisik para peserta. Kegiatan yang berlangsung di Genova Asya Commercial Area, Jakarta Timur, pada Selasa (28/4) ini memberikan pengalaman baru bagi para pebasket muda.

Pengukuran Fisik Lebih Akurat dengan Teknologi Canggih

Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, mengungkapkan bahwa peserta mendapatkan pengalaman baru melalui serangkaian tes pengukuran fisik yang lebih modern. Beragam perangkat canggih digunakan dalam pengujian tersebut.

  • Nordbord: Mengukur kekuatan otot hamstring.
  • Force Frame: Mengetahui kekuatan otot kaki.
  • Power Landing: Mengukur tinggi lompatan serta tenaga saat mendarat.
  • Force Decks: Menentukan masa layang atlet.

Azrul menjelaskan pentingnya inovasi ini. “Kehadiran alat-alat ukur baru ini melengkapi metode pengukuran DBL Camp yang selama ini hanya fokus pada tinggi lompatan dan kecepatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Data-data dari pengukuran itu akan menjadi acuan untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, kebutuhan metode latihan berdasarkan data yang dihasilkan, potensi cedera, hingga efektivitas gerakan.”

Apresiasi dari Pelatih Internasional

Pelatih DBL Camp 2026 asal Australia, Keegan Crawford, turut mengapresiasi metode yang digunakan. Menurutnya, pendekatan ini sangat baik untuk mengembangkan ketangkasan individu para peserta.

“Saya rasa DBL Indonesia terus mengikuti perkembangan apa yang terjadi di dunia internasional,” kata Keegan. Ia melanjutkan, “Hal itu baik untuk para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini.”

DBL Camp 2026 di ibu kota ini diharapkan dapat memberikan suasana persaingan dan metode latihan yang lebih akurat, didukung penuh oleh penerapan sport science.