Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera memulai penataan trotoar di kawasan Jalan Adi Sucipto, Rembiga. Langkah ini menyusul relokasi 105 pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya menempati area tersebut ke dalam eks Bandara Selaparang pada 2 Maret 2026.

Asisten I Sekretaris Daerah Kota Mataram, H Lalu Martawang, menyatakan bahwa penataan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi trotoar sekaligus memperindah estetika kota. “Trotoar akan kami tata agar fungsi trotoar lebih optimal dan akan dimodifikasi menjadi tanam pasif,” ujar Martawang di Mataram pada Selasa, 25 Maret 2026.

Konsep Penataan dan Dampak Positif Relokasi

Kegiatan penataan akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, dimulai dengan pembongkaran di titik depan Supermarket Mario. Trotoar di area tersebut, yang memiliki lebar sekitar 3,5 meter, akan dimodifikasi dengan konsep bagian tengah dibangun taman. Dengan demikian, fungsi pedestrian tetap terjaga, sementara tampilannya menjadi lebih tertata dan hijau, sesuai arahan kepala daerah.

Martawang menambahkan, relokasi PKL ini telah membawa dampak positif yang signifikan. “Alhamdulillah, setelah PKL di relokasi ke areal eks Bandara Selaparang pada 2 Maret 2026, kawasan tersebut kini lebih kondusif dan arus lalu lintas lebih lancar,” jelasnya.

Evaluasi menunjukkan bahwa kawasan eks Bandara Selaparang kini bertransformasi menjadi sentra ekonomi yang lebih nyaman bagi pengunjung, didukung fasilitas parkir yang sangat luas. “Setelah realokasi, kunjungan masyarakat justru meningkat karena akses yang lebih teratur dan tertib dibandingkan saat pedagang masih memadati bahu jalan,” kata Martawang.

Senada dengan Martawang, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, H Irwan Rahadi, juga mengamati dampak langsung relokasi PKL. Arus lalu lintas di Jalan Adi Sucipto kini jauh lebih lancar, tidak lagi mengalami kemacetan yang sebelumnya sering dikeluhkan warga akibat padatnya kendaraan parkir.

Perputaran ekonomi di eks Bandara Selaparang juga dilaporkan meningkat, dengan jumlah pengunjung yang jauh lebih banyak karena mereka dapat menikmati aneka kuliner dengan aman dan nyaman. Untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas PKL di trotoar Adi Sucipto, Satpol PP telah membentuk satuan tugas (Satgas) penataan dan penertiban PKL kawasan Udayana dan sekitarnya. “Untuk pengawasan agar tidak adanya kembali aktivitas PKL di trotoar Adi Sucipto, kami telah membentuk satuan tugas (Satgas) penataan dan penertiban PKL kawasan Udayana dan sekitarnya,” tegas Irwan Rahadi.