Sebuah video berdurasi 40 detik yang merekam perselisihan antara oknum anggota Komunitas Cadangan (Komcad) TNI Lombok Timur dengan sekelompok pemuda dari Desa Kalijaga Tengah, Kecamatan Lenek, menjadi viral di media sosial. Insiden yang dipicu oleh petasan ini terjadi di jalan umum Desa Kalijaga Tengah pada Minggu (8/3), menarik perhatian warga yang melintas.

Kepala Pos Kepolisian Lenek, Ipda Yogi, membenarkan adanya laporan keributan tersebut. “Memang betul ada kejadian, tapi sudah diselesaikan di antara kedua belah pihak,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (11/3/2026).

Peristiwa bermula ketika sekelompok pemuda menyalakan petasan hingga mengenai warga yang melintas. Oknum Komcad yang melihat kejadian itu langsung menegur para pemuda. Namun, upaya penertiban tersebut justru memicu perlawanan, terutama setelah oknum Komcad menyebut identitas kepala kelompok pemuda dan mengaku sebagai anggota TNI.

Ketegangan semakin memuncak saat para pemuda meminta oknum Komcad menunjukkan kartu anggota. Setelah diperiksa dan terbukti sebagai anggota Komcad, kelompok pemuda tersebut membuang kartu anggota sambil melontarkan kata-kata kasar. Situasi baru mereda setelah warga yang melintas di lokasi melerai kedua belah pihak.

Menanggapi insiden ini, Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf Ery A, menyatakan akan menindaklanjuti kejadian tersebut. “Danramil sudah saya perintahkan untuk mengkroscek,” kata Letkol Ery.

Senada, Danramil Aikmel, Kapten Inf Abdul Wahab, menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi akibat sengketa terkait petasan. “Oknum anggota Komcad memang sempat bersitegang dengan kelompok pemuda, namun sudah diselesaikan dengan damai di antara kedua belah pihak,” jelasnya.