Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memastikan seluruh warga asal daerahnya yang berada di kawasan Timur Tengah dalam kondisi sehat dan aman. Pernyataan ini disampaikan menyusul eskalasi ketegangan di wilayah tersebut, Jumat (7/3/2026).
“Berdasarkan komunikasi saya dengan duta besar, hampir di semua negara di kawasan Teluk, itu ada warga NTB. Sudah kita titipkan pada KBRI untuk ditangani,” ujar Iqbal dikonfirmasi di Mataram.
Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menyiapkan rencana kontinjensi untuk menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik.
“Jadi, semua sudah dalam pantauan. Kalau pun ada masyarakat kita yang keluarganya belum masuk di data, segera kontak nomor telepon yang sudah disiapkan pemerintah,” tegasnya.
Rencana Kontinjensi dan Koordinasi Pemerintah
Iqbal mengakui bahwa hingga saat ini belum ada data resmi mengenai jumlah pasti warga NTB di Timur Tengah, baik yang berstatus mahasiswa maupun pekerja migran. Demikian pula, belum ada informasi spesifik mengenai warga yang meminta dipulangkan ke Indonesia.
Menurut Iqbal, KBRI memiliki parameter jelas untuk menentukan langkah penanganan dalam berbagai situasi. “Dalam situasi seperti apa sudah ditentukan oleh KBRI, apakah bekerja, berkumpul, situasi evakuasi itu semua sudah ada parameternya. Itu lah yang disebut dalam rencana kontinjensi. Nanti ada situasi darurat 1, 2, dan 3 itu semua sudah ada langkah-langkahnya,” jelasnya.
Oleh karena itu, Pemprov NTB menyerahkan sepenuhnya penanganan di masing-masing KBRI.
Iqbal menekankan, Pemprov NTB terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam melindungi warganya yang berada di luar negeri.
“Kita imbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi, sembari memastikan bahwa keselamatan warga NTB di luar negeri tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Sumber Gambar: https://www.antaranews.com/ 