Rangkaian seleksi menuju DBL Camp 2026 telah memasuki babak awal dengan terpilihnya sepuluh pebasket muda melalui proses voting ketat. Para pemain, terdiri dari lima putra dan lima putri, kini berkesempatan untuk bersaing memperebutkan tiket emas berlatih di Amerika Serikat.
Harfelim Gio Pande Sinaga Pimpin Perolehan Suara Putra
Dari kategori putra, Harfelim Gio Pande Sinaga dari SMA Santo Yosef Kota Pangkalpinang berhasil menarik perhatian publik dengan meraih suara terbanyak, mencapai 20.531 votes. Gio bukan nama baru di kancah basket Bangka Belitung. Ia memiliki rekam jejak mentereng, termasuk pengalaman membela tim Popda sejak SMP dan berpartisipasi dalam ajang POPNAS di Jakarta.
Dukungan masif yang diterima Gio tak lepas dari upaya aktifnya bersama sang ayah dalam menggalang dukungan. Mereka memanfaatkan berbagai platform, termasuk media sosial, untuk memperkenalkan perjalanan dan ambisi Gio di dunia basket.
Praisey Blessed, MVP DBL All-Star 2024, Kembali Berjuang
Sementara itu, di sektor putri, nama Praisey Blessed dari SMA BPK Penabur Cirebon turut mencuri perhatian. Praisey menempati posisi keempat dalam perolehan voting dengan 11.937 suara. Prestasi Praisey sebelumnya juga tak kalah gemilang; ia pernah terpilih sebagai bagian dari skuad DBL All-Star 2024 dan dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).
Sayangnya, pebasket bertinggi 169 cm ini sempat harus menepi dari DBL Camp sebelumnya akibat cedera ACL yang dialaminya menjelang pelaksanaan kamp. Kini, dengan lolosnya ia dalam voting, Praisey kembali memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dan meraih impian berlatih di Negeri Paman Sam.
Proses seleksi DBL Camp 2026 ini baru permulaan. Sepuluh pebasket terpilih akan menghadapi tantangan lebih lanjut untuk membuktikan diri layak menjadi perwakilan Indonesia di kancah internasional.
