MENASIONAL.COM – Lombok Timur, Pemerintah Desa Sukadamai, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, merasakan dampak positif yang signifikan dari keterlibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata/Praktik (KKN/KKP) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Syaikh Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan (STMIK SZ NW) Anjani. Kolaborasi ini terbukti efektif dalam mendukung penguatan program pelayanan publik dan kelancaran kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat desa, Selasa (1/9/2026).

Sekretaris Desa Sukadamai, Ma’rifuddin, S.Pd., yang hadir mewakili Kepala Desa Sukadamai, Hilman Hakim, menyampaikan bahwa sinergi bersama perguruan tinggi memberikan akselerasi nyata terhadap berbagai agenda strategis pemerintah desa. Kehadiran mahasiswa dinilai sangat membantu aparatur desa, terutama pada aspek teknis administrasi, pendataan warga, hingga fasilitasi program bantuan sosial langsung kepada masyarakat.

“Pemerintah desa merasa sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Keterlibatan mereka memberikan kontribusi nyata terhadap efektivitas pelayanan di kantor desa, seperti proses pendataan dan pendistribusian program bantuan sosial (bansos) agar berjalan tertib dan tepat sasaran,” ungkap Ma’rifuddin.

Selain menangani urusan administratif di kantor desa, para mahasiswa juga dinilai aktif membaur bersama masyarakat di enam dusun yang ada di Desa Sukadamai. Ma’rifuddin mengapresiasi tingginya inisiatif mahasiswa dalam berbagai kegiatan lapangan, mulai dari gotong royong pembongkaran fasilitas musala di Dusun Lingkok Baru Selatan hingga larut malam, keterlibatan aktif dalam rangkaian peringatan HUT RI dan pawai budaya, hingga kegiatan penyuluhan serta bimbingan keagamaan di dusun-dusun.

“Evaluasi dari pemerintah desa menunjukkan bahwa adik-adik mahasiswa mampu beradaptasi dengan sangat baik, menunjukkan karakter santun, serta memiliki etos kerja yang tinggi. Kerja sama ini menjadi simbiosis mutualisme: memperkuat daya dukung kerja perangkat desa sekaligus memberikan pengalaman praktik lapangan yang berharga bagi mahasiswa,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) STMIK SZ NW Anjani, Alfan Habib, S.Kom., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan implementasi nyata pilar pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, terjun langsung ke desa melatih mahasiswa untuk memahami dinamika sosial secara langsung.

“Mahasiswa kami adalah representasi dan duta institusi di tengah masyarakat. Teori yang didapatkan di bangku kuliah harus diuji lewat interaksi sosial nyata. Di Desa Sukadamai, mahasiswa belajar bagaimana merespons kebutuhan warga, berkolaborasi dengan perangkat desa, serta memberikan solusi nyata bagi lingkungan sekitar,” jelas Alfan Habib.

Alfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa Sukadamai, para kepala wilayah (kawil), serta tokoh masyarakat yang telah menerima dan membimbing mahasiswa selama satu setengah bulan masa tugas. Ia berharap jalinan komunikasi dan kemitraan antara STMIK SZ NW Anjani dengan Pemerintah Desa Sukadamai dapat terus berlanjut secara berkesinambungan pada program-program pengabdian masyarakat di masa mendatang.