Video: Cegah Keterpurukan Industri Aspek Kesehatan Saat Rupiah Ambruk

Jakarta, CNBC Indonesia- Pelemahan nilai tukar Rupiah masih terus berjalan seiring dengan masih tingginya ketidakpastian lingkungan ekonomi global. Pada perdagangan Jum’at (14/06), Rupiah anjlok ke level Rp16.400 per Dolar AS.

Pelemahan Rupiah tiada belaka dikhawatirkan bursa keuangan namun juga sektor rill diantaranya pada bidang alat kesehatan dan juga farmasi. Ketua II Asosiasi Produsen Alat Bidang Kesehatan Nusantara (ASPAKI), Febie Yuriza Poetri menyebutkan alat kesehatan dalam Negara Indonesia masih dipenuhi 70% dari barang impor sehingga pelemahan Rupiah akan turut menekan sektor ini.

Nginklan Yuk

Sementara Direktur Eksekutif Gabungan Korporasi Farmasi Indonesia (GP Farmasi), Elfiano Rizaldi menyebutkan di bidang farmasi, pada waktu ini 90% material baku masih tergantung impor namun produk-produk jadi obat sudah ada diproduksi di dalam pada negeri.

Seperti apa dampak pelemahan Rupiah ke bidang alkes serta farmasi? Seperti apa mitigasi bidang farmasi juga alkes menghadapi gejolak nilai tukar?Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Direktur Eksekutif Gabungan Korporasi Farmasi Tanah Air (GP Farmasi), Elfiano Rizaldi lalu Ketua II Asosiasi Produsen Alat Kesejahteraan Negara Indonesia (ASPAKI), Febie Yuriza Poetri pada Closing Bell,CNBCIndonesia (Jum’at, 14/06/2024)

Nginklan Yuk

Artikel ini disadur dari Video: Cegah Keterpurukan Industri Kesehatan Saat Rupiah Ambruk

You might also like
Follow Gnews