Strategi Bisnis Angkutan Kapal Saat Rupiah Melemah juga Transisi Tenaga

Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Director PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), Suminto Husin Giman optimistis terhadap perusahaan angkutan laut seiring dengan masih kuatnya prospek demand kemudian pemulihan Harga batu bara global.

Namun demikian, pelaku usaha sektor pelayaran masih mewaspadai beberapa sentiment global salah satunya pelemahan nilai tukar Rupiah kemudian era suku bunga tinggi yang tersebut berdampak pada peningkatan biaya operasional. Menghadapi situasi ini, CBRE memperketat kemudian selektif terhadap kontrak kerja memaksimalkan margin.

Nginklan Yuk

Di sisi lain, CBRE mencermati gejolak nilai tukar di menentukan kesempatan realisasi rencana kegiatan bisnis guna meminimalisir selisih nilai tukar pada biaya operasional. Selain itu CBRE juga mulai memperluas portofolio usaha ke sektor hijau sebagai antisipasi era transisi energi.

Seperti apa dampak gejolak Rupiah ke emiten angkutan laut? Bagaimana juga strategi kegiatan bisnis CBRE hadapi transisi energi? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Direktur Utama PT Cakra Buana Resources Tenaga Tbk (CBRE), Suminto Husin Giman pada Closing Bell,CNBCIndonesia (Rabu, 12/06/2024)

Nginklan Yuk

Artikel ini disadur dari Strategi Bisnis Angkutan Kapal Saat Rupiah Melemah dan Transisi Energi

You might also like
Follow Gnews