Pengelola wisata dalam Kudus diminta utamakan keselamatan pengunjung

pengelola objek wisata harus memperhatikan daya tampung hingga manajemen bermacam risiko sebagai upaya mitigasi kecelakaan, kerawanan keamanan

Kudus – Dinas Kebudayaan dan juga Peluang Usaha Pariwisata (Disbudpar) Kota Kudus, Jawa Tengah, mengingatkan para pengelola objek wisata untuk memprioritaskan atau mengutamakan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata selama masa libur sekolah 2024.

"Sebagai langkah antisipasi, pengelola objek wisata harus memperhatikan daya tampung hingga manajemen bervariasi risiko sebagai upaya mitigasi kecelakaan, kerawanan keamanan, juga keselamatan pengunjung," kata Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah ke Kudus, Selasa.

Nginklan Yuk

Untuk itulah, kata dia, melalui surat edaran yang dimaksud disampaikan ke semua pengelola objek wisata, pihaknya menekankan untuk mengedepankan prinsip lalu aksi sapta pesona ke per individu wilayah yang tersebut harus setiap saat dijaga.

Apalagi, kata dia, pekan ini selain menghadapi cuti dengan kemudian memasuki masa libur sekolah, akan ada peningkatan kunjungan wisatawan ke bervariasi objek wisata.

Surat Edaran Nomor 500.13/813 tentang Imbauan Kesiapan Daya Tarik Wisata kemudian Usaha Wisata Menghadapi Cuti Bersama Idul Adha lalu Libur Sekolah, kata dia, tiada semata-mata diberikan untuk pengelola destinasi wisata, termasuk untuk pengelola desa wisata maupun pengelola bidang usaha pariwisata yang dimaksud ada di dalam wilayah Kudus.

"Kami juga memohonkan seluruh pengelola destinasi wisata maupun desa wisata agar memberikan pelayanan prima terhadap wisatawan," ujarnya.

Ia mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap risiko bencana alam serta non alam.

Nginklan Yuk

"Bisa dengan menyiapkan sarana lalu prasarana, personel, ataupun kelompok khusus serta juga selalu memutakhirkan berkala keadaan cuaca lewat laman Badan Meteorologi Klimatologi kemudian Geofisika (BMKG)," ujarnya.

Pengelola destinasi wisata, kata dia, juga harus memberikan informasi terkini terhadap daya tarik wisata yang mana dikelola terhadap wisatawan yang dimaksud dapat direalisasikan secara daring ataupun luring.

Ia juga mengimbau pengelola destinasi wisata memperhitungkan pengaturan juga pengelolaan parkir. Serta usaha-usaha UMKM dalam bidang kuliner, cenderamata, jasa, hingga sewa ke sekitar daya tarik wisata, agar tiada merugikan wisatawan bersatu pihak-pihak terkait.

"Secara berkala, kami juga melakukan pemantauan untuk menjamin keamanan kemudian kenyamanan bagi wisatawan yang berlibur ke Kudus," ujarnya.

Artikel ini disadur dari Pengelola wisata di Kudus diminta utamakan keselamatan pengunjung

You might also like
Follow Gnews