Kondisi Jemaah Haji ke Mina: Berdesakan di dalam Tenda, Antre WC Berjam-jam

Jakarta

Kondisi jemaah haji Indonesia ke Mina, Arab Saudi, memprihatinkan. Timwas Haji DPR RI menyoroti status tenda jemaah haji yang tersebut berdesakan hingga toilet yang dimaksud antre berjam-jam.

Tenda Sempit

Kondisi tenda sempit ini mulanya disoroti oleh Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR sekaligus Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Dia menyayangkan tenda sempit yang menyebabkan ruang gerak jemaah tak lebih tinggi dari 1 meter.

Nginklan Yuk

“Tadi kita menemukan fakta jumlah keseluruhan jemaah dengan kapasitas tenda yang tersebut tiada sesuai,” kata Cak Imin pada waktu mengunjungi Maktab 44 ke Mina, Arab Saudi, Awal Minggu (17/6) pukul 22.00 waktu setempat.

Cak Imin ditemani anggota Timwas, John Kenedy Azis (anggota Komisi VIII DPR Fraksi Golkar), juga Ecky Awal Mucharam (anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Keadilan Rakyat).

Cak Imin mengutarakan tenda dengan pengguna berlebih ini mengakibatkan sejumlah jemaah yang tersebut tidak ada kebagian tempat tidur di pada tenda.

Nginklan Yuk
ADVERTISEMENT

“Satu penduduk cuma 0,8 meter, artinya 1 meter nggak nyampe, akhirnya tidur pada lorong. Hal ini tak boleh terulang,” katanya.

Cak Imin menyoroti tenda jemaah haji reguler yang mana sempit di Mina, Arab Saudi (Mei Amelia/detikcom)Foto: Cak Imin menyoroti tenda jemaah haji reguler yang tersebut sempit di dalam Mina, Arab Saudi (Mei Amelia/detikcom)

Di sisi lain, Cak Imin juga mendapatkan informasi adanya tenda lain yang tersebut justru lebih lanjut luas. Menurutnya, hal ini tak adil. Dia pun mengusulkan ke depannya agar tenda harus serupa ukurannya setiap nama seperti dalam hotel.

“Lalu yang digunakan kedua, ada tenda yang tersebut berlebihan, leluasa. Hal ini nggak adil, cara pembagian yang dimaksud salah,” imbuhnya.

“Ke depan, tiap tenda harus ukuran per pemukim per nama, kayak di dalam hotel,” imbuhnya.

Simak keluhan lainnya dalam halaman berikutnya.

Toilet Antre Berjam-jam

Tak cuma tenda, keadaan toilet juga jadi keluhan jemaah RI. Salah satu jemaah bahkan menyampaikan ini ke depan Timwas Haji DPR.

Jemaah kloter JKS10 Daerah Bandung Barat (KBN) pada Maktab 72 Mina, Arab Saudi, mengeluhkan kapasitas toilet yang tidak ada memadai. Jemaah antre ke toilet berjam-jam hingga terpaksa buang air kecil di samping tenda.

Hal ini disampaikan oleh manusia jemaah pada waktu anggota Timwas Haji DPR, sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR Fraksi Golkar, Ace Hasan Sadzily, mengunjungi tenda jemaah pada Mulai Pekan (17/6) pukul 22.30 waktu Arab Saudi. Kang Ace ditemani anggota Timwas lain, Arteria Dahlan (anggota Komisi III DPR).

“Di kamar mandi, total kapasitas jemaah yang mana sejumlah dengan kamar mandi yang mana sedikit, sampai di belakang pun dijadiin (untuk) buang air kecil identik ibu-ibu,” kata individu jemaah.

ADVERTISEMENT

Jemaah yang disebutkan juga menyampaikan keadaan tenda bagi jemaah yang tersebut menurutnya tidak ada ramah lansia. Jemaah lansia harus naik turun tangga pada tenda tersebut.

“Yang lansia harus naik turun tangga, ke bawah,” ucapnya.

“Tapi intinya kamar mandi. Kamar mandi ngantre,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kloter JKS10 Oma Firdaosi mengungkap persoalan tenda yang digunakan melebihi kapasitas. Pihaknya sampai berselisih dengan kloter lain dikarenakan persoalan tenda sempit ini.

“Daya tampung, kemarin kami mengalami sedikit berselisih dengan kloter yang lain. Dengan pembagian itu harus disesuaikan dengan total jemaah,” katanya.

Kloter JKS10 ini miliki jumlah agregat jemaah 440 orang. “Dengan daya tampung yang digunakan bukan memadai, ditaruh ke sini. Kita 440 (orang) sehingga kemarin kekurangan 100. Jadi 50 sekarang pada sana, dekat dapur,” kata Oma.

“Harusnya daya tampung 440, tapi 50 ditampung di dalam tempat lain pasca memohonkan terhadap maktab untuk ditempatkan di tempat lain,” tanya Ace terhadap Oma.

Menanggapi keluhan tersebut, Kang Ace menyampaikan pihaknya akan menampung curhatan jemaah ini. Hal ini berubah menjadi unsur temuan Timwas untuk mengevaluasi penyelenggaraan haji 2024.

“Jadi kami ke di sini untuk melakukan pengawasan untuk perbaikan. Hal ini nanti akan berubah jadi unsur evaluasi,” kata Ace.

Antrean berjam-jam ini juga bermetamorfosis menjadi sorotan Cak Imin. Dia menyoroti secara khusus terkait rasio kamar mandi yang mana tiada imbang dengan total jemaah.

“Rasio kamar mandi nggak imbang. (Jemaah) mengantre sampai 2 jam, ada yang pingsan,” kata Cak Imin.

Ia juga menyoroti kebersihan pada tenda kemudian toilet yang tidak ada terjaga hingga tentang wastafel untuk berwudu.

“Kebersihan tidaklah terjaga. Ngapain bikin wudu pakai wastafel harusnya wudu biasa saja,” katanya.

Cak Imin menyampaikan pemerintah pada hal ini Kementerian Agama (Kemenag) seharusnya memperhitungkan rasio keperluan toilet dengan total jemaah. Jumlah jemaah Negara Indonesia sendiri mencapai 241 ribu orang.

“Jumlah rasionya (toilet) harus dihitung, ini semua biaya, merek semua mengekuarkan bislaya, negara mengeluarkan biaya,” katanya.

Artikel ini disadur dari Kondisi Jemaah Haji di Mina: Berdesakan di Tenda, Antre WC Berjam-jam

You might also like
Follow Gnews