Kerugian Negara Tembus Simbol Rupiah 300 Triliun, Hal ini 22 Tersangka Kasus Timah

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengawas Keuangan serta Pembangunan (BPKP) menyampaikan kerugian negara akibat tindakan hukum korupsi tata niaga timah di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk (TINS) periode 2015-2022 diperkirakan mencapai Rupiah 300 triliun.

Dalam konferensi pers yang dimaksud dijalankan Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu, BPKP menjelaskan perkiraan hitungan kerugian itu berasal dari 3 komponen perhitungan.

Nginklan Yuk

Pertama, kemahalan harga jual sewa smelter oleh PT Timah sebesar Simbol Rupiah 2,85 triliun. Kedua, pembayaran bijih timah ilegal oleh PT Timah ke mitra penambang yang tersebut dinilai sebagai kerugian negara sebesar Mata Uang Rupiah 26,649 triliun

Ketiga, kerugian negara akibat kecacatan lingkungan sebesar Rupiah 271,06 triliun. Komponen kerusakan lingkungan ini dihitung oleh ahli lingkungan Bambang Hero Saharjo dari IPB.

Atas dugaan persoalan hukum korupsi ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) pun telah dilakukan menetapkan 22 tersangka. Bahkan, Jaksa Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung telah terjadi melimpahkan 10 pendatang terdakwa kemudian barang bukti (Tahap 2) Perkara Timah ke Kejaksaan Negeri Ibukota Selatan, pada Kamis (13/6/2024).

Sejauh ini, satu berkas perkara sudah ada mulai sidang perdana di Kejaksaan Negeri Bangka Belitung (Babel), 2 lagi sedang pemberkasan dakwaan dalam Kejari Jaksel dan juga 10 lainnya baru sekadar dilimpahkan ke Kejari Jaksel.

Nginklan Yuk

Terkait pemberkasan ini, JPU mempunyai waktu 20 hari selama masa penahanan, dan juga bisa saja diperpanjang sesuai kebutuhan.

Lantas, siapa semata nama-nama dituduh pada persoalan hukum dugaan korupsi tata niaga di wilayah IUP dalam PT Timah Tbk periode 2015-2022 tersebut? Berikut daftarnya:

Tersangka Perintangan Penyidikan:

1. Toni Tamsil alias Akhi (TT)

Tersangka Pokok Perkara:

2. Suwito Gunawan (SG) selaku Komisaris PT SIP atau perusahaan tambang di dalam Pangkalpinang, Bangka Belitung
3. MB Gunawan (MBG) selaku Direktur PT SIP
4. Tamron alias Aon (TN) selaku beneficial owner atau pemilik keuntungan dari CV VIP
5. Hasan Tjhie (HT) selaku Direktur Utama CV VIP
6. Kwang Yung alias Buyung (BY) selaku mantan Komisaris CV VIP
7. Achmad Albani (AA) selaku Manajer Operasional Tambang CV VIP
8. Robert Indarto (RI) selaku Direktur Utama PT SBS
9. Rosalina (RL) selaku General Manager PT TIN
10. Suparta (SP) selaku Direktur Utama PT RBT
11. Reza Andriansyah (RA) selaku Direktur Pengembangunan Usaha PT RBT
12. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) selaku Direktur Utama PT Timah 2016-2011
13. Emil Ermindra (EE) selaku Direktur Keuangan PT Timah 2017-2018
14. Alwin Akbar (ALW) selaku mantan Direktur Operasional serta mantan Direktur Pembangunan Usaha PT Timah Tbk.
15. Helena Lim (HLN) selaku Manajer PT QSE
16. Harvey Moeis (HM) selaku perpanjangan tangan dari PT RBT
17. Hendry Lie (HL) selaku beneficial owner atau pemilik kegunaan PT TIN
18. Fandy Lie (FL) selaku marketing PT TIN sekaligus adik Hendry Lie
19. Suranto Wibowo (SW) selaku Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung 2015-2019
20. Rusbani (BN) selaku Plt Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung Maret 2019
21. Amir Syahbana (AS) selaku Plt Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung
22. Mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM periode 2015-2022, Bambang Gatot Ariyono.

Artikel Selanjutnya Dana Korupsi di dalam PT Timah Mengalir ke Parpol? Hal ini Jawab Kejagung!

Artikel ini disadur dari Kerugian Negara Tembus Rp 300 Triliun, Ini 22 Tersangka Kasus Timah

You might also like
Follow Gnews